Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Filipina Darurat Epidemi Demam berdarah

RABU, 07 AGUSTUS 2019 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Filipina mengumumkan epidemi demam berdarah nasioal pada Selasa (6/8). Pengumuman itu diambil setelah ratusan orang meninggal dunia karena penyakit tesebut tahun ini.

Menurut data Departemen Kesehatan (DOH), tercatat ada 146.062 kasus demam berdarah dari 1 Januari hingga 20 Juli tahun ini di Filipina. Jumlah itu meningkat 98 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Filipina Francisqo Duque dalam konferensi pers mengatakan bahwa sebanyak 622 orang telah meninggal dunia karena demam berdarah.


Duque mengatakan, pemerintah sedang mempelajari permohonan untuk memungkinkan perusahaan farmasi Perancis Sanofi untuk mengembalikan vaksin di pasar Filipina.

"Vaksin ini tidak secara langsung ditujukan kepada kelompok yang paling rentan yaitu usia lima hingga sembilan tahun," kata Duque, seperti dimuat Channel News Asia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya