Berita

Foto polisi tunggangu kuda sambil menggiring

Dunia

Foto Polisi Berkuda Giring Warga Kulit Hitam Dengan Seutas Tali, Bikin Geger Warga

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 | 23:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Departemen kepolisian di Texas segera mengubah kebijakannya awal pekan ini setelah sejumlah foto menyebar di sosial media.

Foto-foto itu menunjukkan dua orang perwira polisi bekulit putih menunggangi kuda sambil menarik seutas tali yang terikat pada seorang pria berkulit hitam yang berjalan kaki dalam keadaan tangan terborgol.

Politisi Demokrat yang mencalonkan diri untuk Kongres pada tahun 2020, Adrienne Bell, mengunggah foto-foto tersebut ke Twitter.


"Sulit untuk memahami mengapa para perwira ini merasa pemuda ini membutuhkan tali, karena dia diborgol dan berjalan di antara dua petugas yang bertugas," kata Bell dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah adegan yang mengundang kemarahan, jijik, dan pertanyaan dari komunitas," sambungnya.

Sementara itu, Departemen Kepolisian Galveston, menjelaskan foto yang beresar bahwa para petugas polisi yang diidentifikasi sebagai P. Brosch dan A. Smith diketahui baru saja menangkap Donald Neely karena pelanggaran pidana akhir pekan kemarin.

"Satu unit transportasi tidak segera tersedia, jadi Neely diborgol dan sebuah tali diikatkan ke borgol," sambungnya. petugas itu memegang ujung lainnya dari barisan, memimpin Neely.

Metode memborgol seseorang dan mengawal mereka di antara dua petugas yang dipasang biasanya digunakan dalam situasi yang tidak menentu, seperti pengendalian kerumunan.

"Praktek ini tidak digunakan dengan benar dalam hal ini," kata pernyataan polisi Texas.

"Saya percaya petugas kami menunjukkan penilaian yang buruk dalam kasus ini dan bisa menunggu unit transportasi di lokasi penangkapan," kata Kepala Departemen Kepolisian Galveston Vernon L. Hale.

"Saya harus minta maaf kepada Tuan Neely atas rasa malu yang tidak perlu ini," tambahnya.

"Petugas saya tidak memiliki niat jahat pada saat penangkapan," kata Hale.

"Tapi kami segera mengubah kebijakan untuk mencegah penggunaan teknik ini dan akan meninjau semua pelatihan dan prosedur yang dipasang untuk metode yang lebih tepat," sambungnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya