Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Desakan Pelantikan Kabinet Baru, Yang Memungkinkan Jokowi Copot Menteri Yang Tidak Becus

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 15:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ada desakan agar Presiden Joko Widodo mempercepat pengumuman dan pelantikan Kabinet Kerja jilid II sebelum dirinya dan Maruf Amin dilantik pada 20 Oktober 2019.

Alasannya, sudah banyak menteri yang tidak fokus bekerja, mereka was-was apakah masih tetap dipakai Jokowi atau tidak.

Dan akibatnya fatal, misalnya pertumbuhan ekonomi mentok di angka 5,2 persen, banyaknya kasus korupsi di BUMN, dan teranyar kasus pemadaman listrik di sebagian besar Pulau Jawa.


Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, secara peraturan hal itu bisa saja dilakukan Jokowi. Tapi pertanyaannya, Jokowi sebagai user berani tidak melakukannya.

Ujang memprediksi, Jokowi tidak akan berani mempercepat pelantikan Kabinet Kerja jilid II.

Ada beberapa alasan. Pertama, akan ada tekanan dari parta politik. Kedua, gelombang kritikan akan deras datang dari masyarakat. Ketiga, mungkin bagi Istana, banyak juga menteri yang berprestasi. Keempat, kabinet pemerintahan Jokowi yang baru belum juga selesai disusun.

"Yang mungkin dilakukan Jokowi sekarang ini adalah melakukan reshuffle, mencopot menteri yang tidak becus," ujar Ujang saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Senin (5/8).

Menurutnya, pola seperti ini adalah pola lima tahunan, yaitu jelang akhir masa jabatan peresiden.

Harusnya, lanjut Ujang, ketika seorang menteri diberi amanah, dari awal sampai akhir dia harus konsisten dan tanggung jawab. Dia harus fokus bekerja dan mengabdi pada rakyat dan bangsa, bukan kepada kekuasaan.

"Di akhir tidak fokus, ini menandakan bekerja untuk kekuasaan," ungkapnya.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya