Berita

Carrie Lam/Net

Dunia

Carrie Lam: Unjuk Rasa Mendorong Hong Kong Ke Jurang Berbahaya

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 09:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam angkat bicara soal aksi protes besar-besaran hari ini (Senin, 5/8).

Dia mengatakan, protes tersebut telah mendorong Hong Kong ke ambang situasi yang sangat berbahaya.

"Gangguan seperti itu telah secara serius merusak hukum dan ketertiban Hong Kong dan mendorong kota kami, kota yang kita semua cintai, dan banyak dari kita membantu membangun, ke ambang situasi yang sangat berbahaya," kata Lam dalam konferensi pers, seperti dimuat The Guardian.


Aksi protes hari ini diklaim pihak penyelenggara akan melibatkan 14 ribu orang dari lebih dari 20 sektor. Aksi protes tersebut diperkirakan akan melumpuhkan Hong Kong karena menyasar sektor transportasi.

"Akibat gangguan dan kekerasan yang meluas ini, sebagian besar orang Hong Kong sekarang dalam keadaan sangat cemas, beberapa dari mereka tidak tahu apakah mereka masih dapat mengambil beberapa bentuk transportasi umum, sementara yang lain sekarang diblokir dari pergi bekerja," kata Lam.

"Kita semua mencintai Hong Kong. Inilah saatnya bagi kita untuk bersatu untuk mengesampingkan perbedaan dan mengembalikan ketertiban dan mengatakan tidak pada kekacauan dan kekerasan," tambahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya