Berita

Unjuk rasa di Hong Kong beberapa waktu lalu/Net

Dunia

14 Ribu Pengunjuk Rasa Bersiap Lumpuhkan Hong Kong

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 08:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang unjuk rasa di Hong Kong masih jauh dari kata surut. Para pengunjuk rasa pro-demokrasi bersiap untuk meningkatkan tekanan kepada para pemimpin Hong Kong pro-Beijing dengan meluncurkan aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh kota pada hari ini (Senin, 5/8).

Aksi ini dilakukan dalam upaya untuk menunjukkan bahwa masih ada dukungan publik yang luas untuk gerakan mereka.

Menurut pihak penyelenggara, diperkirakan ada 14 ribu orang dari lebih dari 20 sektor yang akan melakukan aksi unjuk rasa hari ini dan diperkirakan akan melumpuhkan Hong Kong.


Banyak dari mereka yang menyembunyikan identitas mereka di balik topeng saat melakukan aksi karena takut akan pembalasan.

Selain itu, diperkirakan 100 penerbangan juga akan dibatalkan awal pekan ini karena pekerja penerbangan juga berencana untuk melakukan aksi.

Pihak penyelenggara mengklaim, sejumlah orang telah mengindikasikan rencana online untuk melakukan aksi, mulai dari pegawai negeri, pekerja sosial, pramugari, pilot, pengemudi bus dan bahkan karyawan Disneyland.

Menanggapi rencana itu, pemerintah Hong Kong dalam sebuah pernyataan memperingatkan bahwa protes mendorong kota ke jurang yang berbahaya.

Dalam pernyataan keras pada Minggu malam (4/8), pemerintah Hong Kong mengatakan hal itu menunjukan bahwa kekerasan dan protes ilegal menyebar dan mendorong Hong Kong ke arah yang sangat berbahaya.

"Tindakan seperti itu sudah jauh melampaui batas protes damai dan rasional dan akan membahayakan masyarakat Hong Kong dan mata pencaharian ekonomi," sambung pernyataan itu, seperti dimuat Channel News Asia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya