Berita

Pengiriman bantuan ke Yaman/Net

Dunia

WFP Dan Houthi Temukan Kata Sepakat, Pengiriman Bantuan Ke Yaman Dilanjutkan

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 07:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Program Pangan Dunia (WFP) dan pemberontak Yaman Houthi telah mencapai kata sepakat untuk melanjutkan pengiriman makanan ke wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak di Yaman.

Langkah itu diambil setelah WFP menangguhkan bantuan pada Juni lalu.

Jurubicara Houthi, Mohammed Ali al-Houthi akhir pekan kemarin mengumumkan di akun Twitternya bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan WFP.


Sementara itu, jurubicara WFP, Herve Verhoosel mengatakan bahwa perjanjian tingkat tinggi adalah langkah penting menuju perlindungan yang menjamin akuntabilitas operasi kemanusiaan di Yaman.

"Kami berharap detail teknis dapat disepakati dalam beberapa hari mendatang," tambahnya, seperti dimuat Al Jazeera.

WFP diketahui menghentikan bantuan di Sanaa pada 20 Juni lalu karena khawatir makanan dialihkan dari orang-orang yang rentan. Namun WFP tetap mempertahankan program gizi untuk anak-anak yang kekurangan gizi, ibu hamil dan menyusui.

Badan tersebut, pada Desember tahun lalu, menuduh pejuang Houthi mencuri bantuan makanan dan menyerukan sistem pendaftaran biometrik untuk mencegah penyalahgunaan bantuan makanan.

Namun negosiasi terhenti pada bulan Juni lalu dengan Houthi mengatakan WFP bersikeras mengendalikan data yang melanggar hukum Yaman.

Penangguhan sebagian bantuan diperkirakan mempengaruhi sekitar 850.000 orang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya