Berita

Singapura/Net

Dunia

16 Titik Api Dideteksi Di Sumatera, Singapura Berpotensi Berkabut

SENIN, 05 AGUSTUS 2019 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Singapura berpotensi mengalami kondisi berkabut jika kebakaran di Sumatera tidak juga terkendali.

Layanan Meteorologi Singapura pada Minggu (4/8) mengumumkan bahwa per akhir pekan kemarin, telah terdeteksi 16 titik api di Sumatera.

"Titik api yang terus-menerus dengan kabut asap terdeteksi dalam beberapa hari terakhir di Sumatra dan juga Kalimantan, yang telah mengalami kondisi cuaca kering," begitu bunyi pengumuman tersebut.


"Karena tutupan awan, total 16 titik api terdeteksi di Sumatra hari ini dan kabut asap dari titik api persisten terus diamati di provinsi Riau dan Jambi, Sumatra," sambung pengumuman yang sama.

Pengumuman itu menambahkan bahwa untuk beberapa hari ke depan, kondisi kering diperkirakan akan tetap terjadi di Sumatra dan angin yang ada di wilayah itu dapat terus bertiup dari tenggara atau selatan.

"Ada kemungkinan bahwa Singapura dapat mengalami kondisi yang sedikit berkabut jika ada peningkatan kegiatan titik api lebih lanjut di Sumatra dan angin berubah menjadi bertiup dari barat daya," lanjut pengumuman itu, seperti dimuat Channel News Asia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya