Berita

Penangkapan peserta aksi/Net

Dunia

Polisi Rusia Tahan 800 Orang Di Tengah Aksi Protes Oposisi

MINGGU, 04 AGUSTUS 2019 | 08:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Rusia menahan lebih dari 800 orang yang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Moskow pada hari Sabtu (3/8). Dalam aksi unjuk rasa itu, mereka menyuarakan tuntutan untuk pelaksanaan pemilihan yang bebas.

Sebuah kelompok pemantau independen, OVD-Info, mengatakan bahwa polisi Rusia telah menahan 828 orang di Moskow akhir pekan ini. Dalam beberapa kasus, mereka memukuli peserta aksi dengan pentungan ketika mereka terbaring di lantai.

Sementara itu, pihak kepolisian Rusia mengatakan, mereka telah menahan 600 orang dari sekitar 1.500 massa yang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa itu.


Namun aktivis oposisi menilai bahwa massa pengunjuk rasa lebih dari itu. Mereka mengunggah gambar tangkapan layar online dari laporan polisi yang menunjukkan sekitar 10.000 orang telah hadir dalam aksi itu.

Dikabarkan Reuters, fokus kemarahan pengunjuk rasa adalah larangan terhadap sejumlah kandidat oposisi untuk ikut serta dalam pemilihan bulan September untuk badan legislatif kota Moskow.

Pemungutan suara itu, meskipun dilakukan secara lokal, dipandang sebagai cerminan langkah untuk pemilihan parlemen nasional pada tahun 2021.

Pihak berwenang sendiri mengatakan kandidat oposisi gagal mengumpulkan cukup tanda tangan asli untuk mendaftar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya