Berita

Pimpinan 212 bersama Anwar Ibrahim/Ist

Publika

Taliban Di Jakarta

SABTU, 03 AGUSTUS 2019 | 13:56 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

BEBERAPA hari lalu rombongan Taliban tiba di Jakarta. Mereka datang menindaklanjuti rencana Jokowi untuk terlibat dalam penyelesaian konflik Afghanistan.

Untuk ikut terlibat dalam urusan perang saudara di Afghanistan, pada tahun 2018 lalu, Jokowi berkunjung ke Kabul, Afghanistan dan mendirikan lembaga setingkat menteri untuk urusan Afghanistan, salah satunya, yang sempat diketuai mantan ketum Muhammadiyah, Profesor Din Syamsudin.

Apa yang membuat Jokowi berani melibatkan Indonesia dalam konflik Afghanistan puluhan tahun, sejak invasi Soviet (Rusia) ke sana?


Apa yang membuat Jokowi tertarik mengundang Taliban ke Jakarta, setelah seluruh dunia barat, khususnya Amerika mencap organisasi itu sebagai organisasi teroris terbesar di dunia?

Apa yang membuat Jokowi tertarik mengundang mereka ke Jakarta, sementara pendukung-pendukung Jokowi adalah anti cadar dan jilbab?

Bukankah Taliban adalah organisasi yang dianggap anti kebebasan perempuan?

Tentu saja hal ini masih perlu dibedah. Sebab, negara yang paling resah saat ini atas rencana Amerika meninggalkan Afghanistan adalah RRC (China).

RRC selama puluhan tahun membantu Amerika dalam urusan Afghanistan, khususnya ketika menggerakkan Mujahideen, sebelum Taliban, melawan Uni Soviet. Kepentingan China adalah ketidakstabilan Afghanistan akan mempengaruhi keamanan China dan RRC juga mengincar Afghanistan untuk masuk dalam China Raya alias OBOR alias Belt and Road Initiative.

Apakah motif rejim Jokowi, selain klaim untuk peran kemulian dan misi suci kemanusian, mempunyai peran untuk mensukseskan politik China di Afghanistan, perlu didalami lagi.

Sebab, mencari alasan Indonesia terlibat jauh urusan Afghanistan, yang tidak berbatasan langsung dengan negara kita, akan menghabiskan energi yang besar.

Pada saat bersamaan, pimpinan 212, khususnya HRS, yang penting dipertimbangkan sebagai "Taliban Indonesia" tidak pernah terlihat menjadi agenda penting bagi Jokowi.

Seharusnya sebelum Jokowi mengurus bangsa Afghanistan, ada baiknya memprioritaskan perundingan dengan tokoh2 Islam di dalam negeri, ke arah mana akhir perpecahan  bangsa selama ini, khususnya paska pilpres.

Harus diingat, 70-100 juta rakyat yang terinspirasi 212 adalah gelora yang tidak pernah padam. Jangan seperti foto di bawah ini, dua pimpinan 212, malah diundang dialog oleh pimpinan Bangsa Malaysia, Ketua Koalisi Partai Pemerintah, Datuk Sri Anwar Ibrahim.

Kita semua tahu sejarah, bahwa Datuk Anwar inilah salah satu arsitek Taliban di masa awal, ketika masih didukung Amerika.

Semoga kebahagian bangsa Afghanistan yang diurus Jokowi, segera juga memperhatikan kebahagian bangsa sendiri.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya