Berita

Mohamad Nasir/Net

Politik

Menristekdikti Salah Obat Naikkan Kualitas Kampus Dengan Impor Rektor

SABTU, 03 AGUSTUS 2019 | 08:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dianggap salah dalam "memberikan obat" dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia dengan mengimpor rektor asing.

"Menristek ini salah obat jika peningkatan kualitas perguruan tinggi yang berujung pada peningkatan peringkat universitas di dunia hanya mengacu pada sosok rektor," kata pengamat pendidikan dari Dompet Dhuafa Pendidikan, Aza El Munadiyan, Sabtu (3/8).

Menurutnya, bisa diterima jika rektor menjadi pemicu perbaikan dalam konsep kepemimpinan organisasi, serta rektor asing sebagai branding dari perguruan tinggi di Indonesia. Namun, apabila berharap bahwa rektor mampu melakukan revolusi kualitas, itu salah besar.


"Jika berharap bahwa rektor mampu melakukan revolusi kualitas, sepertinya Pak Menteri harus bangun dari tidur siangnya," sebut Aza.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan wacana untuk mengimpor rektor asing bertujuan agar PTN RI bisa menembus 100 besar peringkat dunia seperti yang dilakukan oleh Singapura. Wacana ini ditegetkan akan berjalan pada tahun depan.

Berdasarkan acuan lembaga yang dirujuk oleh Menristek yaitu QS World University Rank, Time Higher Education dan dari Shanghai Jiao Tong University (SJTU). Menristekdikti seperti mengesampingkan indikator-indikatornya yaitu reputasi akademik, kualitas dosen, kualitas riset dan dampak hasil penelitian, jumlah kutipan penelitian, jumlah penghargaan nobel yang diterima oleh staf dan alumni.

"Dari indikator ini saja kita sudah bisa memahami bahwa seharusnya Menristekdikti bukan mengimpor rektor namun harus menambah jumlah dana riset, membangun relasi antara dunia industri dan kampus, meningkatkan kualitas dosen," papar Aza.

Alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai Rp 492,5 triliun pada 2019 dan untuk riset hanya sebesar Rp 35,7 triliun. Jumlah ini setara dengan 0,24 persen dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2018 sebesar Rp 14.837,4 trilliun. Jika dibandingkan dengan Singapura yang mengalokasikan investasi riset mencapai 2 persen dari PDB-nya, maka persentase dan nominalnya sangat kecil.

"Wacana Menristekdikti ini bisa jika tidak hati-hati akan terjadi malpraktik pendidikan tinggi Indonesia akibat masalah pendidikan tidak diberikan obat yang tepat. Apalagi mendekati akhir masa jabatan, nuansa politis bisa masuk misalnya agar Menristek bisa dipilih kembali oleh Presiden Jokowi di periode mendatang. Tentu ini sebuah langkah yang perlu diperhatikan seksama," tutup Aza dalam keterangan tertulis.

QS World University Ranking merilis peringkat kampus dunia pada 2019. Hasilnya, UI berada di peringkat ke-296 dunia, UGM di peringkat ke-320 dunia, ITB berada di peringkat ke-331 dunia. Terjadi penurunan peringkat dari tahun 2018 dimana UI di posisi 277, ITB tetap pada posisi 331 dan UGM meningkat dari peringkat 401 dunia.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya