Berita

Gorbachev dan Reagan saat menandatangani INF/Net

Dunia

AS Resmi Mundur Dari Pakta Rudal Nuklir Era Soviet

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 22:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari perjanjian kontrol senjata bersejarah yang ikut menentukan berakhirnya Perang Dingin. Keputusan itu diambil hari Jumat ini (2/8).

Intermediate Nuclear Force (INF) ditandatangani Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagen pada tahun 1987.

Alasan AS menarik diri karena Rusia melanggar isi kesepakatan itu.


Pemerintahan Trump sudah enam bulan lamanya membicarakan soal penarikan diri dari kesepakatan ini. Hal itu disampaikan pertama kali di bulan Februari lalu.

Ketika itu AS mengatakan, akan membatalkan penarikan diri dari INF apabila Rusia menghancurkan rudal-rudal jarak menengah yang masih dimilikinya.

“Kami tidak bisa lagi diatur oleh sebuah kesepakatan, sementara Rusia tanpa malu melanggarnya,” ujar Menlu Mike Pompeo ketika itu, 1 Februari 2019.

"Ketidakpatuhan Rusia di bawah perjanjian itu membahayakan kepentingan utama Amerika Serikat, saat pengembangan dan penerapan sistem rudal yang melanggar perjanjian di Rusia merupakan ancaman langsung ke Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami," tegas Pompeo seperti dimuat Reuters.

Sementara itu Rusia membantah semua tuduhan yang dilayangkan dan menyebut langkah itu hanya taktik Amerika Serikat untuk keluar dari pakta itu. Tujuannya adalah agar Amerika Serikat dapat mengembangkan rudal baru.

INF melarang rudal darat ke darat yang memiliki daya jangkau antara 310 hingga 3.400 mil atau 500 hingga 5.500 kilometer.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya