Berita

Bendera Amerika Serikat dan Jepang/Net

Dunia

Perang Dagang Jepang-Korsel Bikin Waswas AS

JUMAT, 02 AGUSTUS 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perang dagang yang tengah terjadi antara dua negara tetangga, Jepang dan Korea Selatan membuat Amerika Serikat khawatir.

Negeri Paman Sam khawatir bahwa ketegangan perdagangan dan diplomatik yang tengah terjadi dapat semakin memburuk.

Karena itulah, pemerintah Amerika Serikat mendesak kedua pihak untuk memberikan lebih banyak waktu agar perundingan dapat berjalan dengan baik.


Begitu kata seorang pejabat senior pemerintah Amerika Serikat anonim pada Kamis (1/8), seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa hubungan antara kedua sekutu Amerika Serikat telah merosot ke titik terendah sejak mereka menormalisasi hubungan pada 1965.

Amerika Serikat sendiri belum diminta untuk menengahi perselisihan itu, tetapi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo akan bertemu dengan para menteri luar negeri dari masing-masing negara pada pertemuan puncak di Bangkok minggu ini.

Selain itu, penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, John Bolton juga baru-baru ini berada di Tokyo dan Seoul untuk melakukan pembicaraan.

Pejabat anonim itu mengatakan, Amerika Serikat khawatir bahwa Seoul telah bersedia untuk mengambil langkah-langkah yang merusak kepercayaan antara kedua negara dan mendorong sentimen anti-Jepang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya