Berita

Pemberian vaksin untuk mencegah ebola/Net

Dunia

Kasus Ebola Meningkat, Rwanda Tutup Perbatasan Dengan Kongo

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 23:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Rwanda menutup perbatasan dengan kota Goma, Kongo yang dihantam wabah ebola (Kamis, 1/8).

Penutupan perbatasan berlaku bagi semua orang kecuali warga Kongo yang hendak meninggalkan Rwanda.

Langkah ini diambil setelah kasus ebola ketiga dikonfirmasi di Goma.


Menteri Negara Rwanda untuk Kementerian Luar Negeri, Olivier Nduhungirehe, mengkonfirmasi kepada Reuters soal penutupan perbatasan itu. Namun dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Goma sendiri terletak di negara berbukit di kaki gunung berapi aktif. Goma terletak hanya sekitar 7 kilometer dari kota perbatasan utama Rwanda, Gisenyi.

Menurut seorang pejabat imigrasi, sekitar 45.000 orang melintasi pos perbatasan utama antara Goma dan Gisenyi.

Banyak orang khawatir bahwa penutupan perbatasan itu akan memutus penghasilan mereka.

"Sebagian besar wanita di sini menyeberang ke Rwanda untuk mencari makanan bagi kami di Goma," kata salah seorang warga Goma Lucien Kalusha, yang berprofesi sebagai seorang penata rambut. Dia setiap hari menyeberang untuk bekerja di Rwanda.

Konfirmasi kasus ebola ketiga di Goma meningkatkan kekhawatiran bahwa virus tersebut akan dengan cepat menyebar lebih lanjut.

Wabah ebola di Kongo sendiri tercatat telah menewaskan lebih dari 1.800 orang selama setahun terakhir dan menjadi wabah yang terburuk kedua dalam sejarah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya