Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Sanksi Baru Targetkan Menlu Iran, Rouhani: AS Kekanak-kanakan

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 23:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani menilai, keputusan Amerika Serikat untuk memberikan sanksi kepada Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif adalah sikap yang kenanak-kanakan.

"(Amerika Serikat) menggunakan perilaku kekanak-kanakan. Mereka mengklaim setiap hari 'Kami ingin berbicara, tanpa prasyarat' dan kemudian mereka memberikan sanksi kepada menteri luar negeri," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis (1/8).

Dalam pidato yang sama, Rouhani juga menuduh Amerika Serikat takut terhadap Zarif, yang baru-baru ini memberikan serangkaian wawancara luas kepada media asing di New York.


Dalam salah satu wawancaranya, Zarif membalas seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk negosiasi nuklir baru yang mencakup program rudal balistik Iran.

Dia juga Amerika Serikat membawa Timur Tengah ke jurang "ledakan" dengan menjual senjata kepada sekutu di Teluk.

"Mereka takut dengan wawancara menteri luar negeri kami," kata Rouhani.

"Sangat jelas bahwa fondasi Gedung Putih telah diguncang oleh kata-kata dan logika dari individu yang berpengetahuan, berbakti, dan diplomatik," jelasnya.

"Musuh kita sangat tidak berdaya sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk bertindak dan berpikir dengan bijak," tambah Rouhani, seperti dimuat Al Jazeera. Sanksi terbaru Amerika Serikat diberlakukan pada Rabu (31/7) yang menargetkan Zarif.

Sanksi itu dijatuhkan karena Amerika Serikat menilai Zarif bertindak atas nama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang juga terjerat sanksi Amerika Serikat baru-baru ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya