Berita

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini/RMOL

Nusantara

Cara Surabaya Taklukkan Sampah Meski Anggaran Lebih Kecil Dibanding Jakarta

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 05:57 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI Jakarta geleng-geleng dengan anggaran pengelolaan sampah yang dimiliki Pemerintah Surabaya yang hanya dianggarkan sebesar Rp 30 miliar. Hal itu cukup jomplang jika dibandingkan dengan Jakarta dengan anggaran mencapai Rp 3,7 triliun.

Namun dengan anggara yang lebih kecil dibandingkan DKI, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini justru dianggap sukses mengatasi persoalan sampah.

Risma pun memberikan tips terkait pemanfaatan anggaran sampah yang lebih kecil dibanding Jakarta itu agar lebih efisien.


Pertama, kata Risma, adalah pengangkutan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) yang dilakukan serempak di jam yang sama. Pembuatan rumah kompos juga dinilai efektif mengurangi jumlah sampah di TPA.

“Saya punya 450 berapa taman. Kalau saya rawat dengan kimia itu mahal sekali, sehingga saya membuat rumah kompos yang jumlahnya sudah banyak di Surabaya, sekitar 28 rumah kompos," kata Risma di SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Warga juga dituntut untuk mengelola kompos secara mandiri, salah satunya dengan menanam jenis sayuran. Dengan demikian, jumlah sampah terus menurun meski jumlah penduduk meningkat.

"Kemudian sampah anorganiknya, sampah plastik, kertas. Surabaya juga ada taman untuk memisahkan sampah, sehingga sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir jumlahnya turun,” paparnya.

Hal lain yang ia lakukan adalah pengendalian biaya operasional pembersihan sampah, baik dari pengeluaran BBM kendaraan pengangkut sampah hingga anggaran gaji petugas kebersihan.

"Sebetulnya kuncinya adalah di monitoring dan kontrol agar efisien," tandasnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan studi banding ke Surabaya pada Senin (29/7), Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi DKI Jakarta, Bestari Barus menyebut bahwa pengelolaan sampah di Surabaya patut dipelajari oleh daerah lain, terlebih Jakarta mengalokasikan dengan nilai yang lebih besar yakni Rp 3,7 triliun rupiah.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya