Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Strategi Pemerintah Memandirikan Blok Corridor Didukung Jaman

RABU, 31 JULI 2019 | 11:01 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

. Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) mengapresiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan kejelasan pengoperasian Blok Corridor yang habis masa kontraknya pada 20 Desember 2023.

“Kami meyakini Pemerintah punya niat kuat mengambil alih seluruh penguasaan Blok Corridor bukan hanya 10 persen, atau 30 persen, suatu saat nanti bisa lebih dari 50 persen atau 100 persen itu mampu, seperti  karena pemerintah kita punya pengalaman menasionalisasi Blok Mahakam dan Freeport,” ujar Ketua Umum DPP Jaman Iwan D. Laksono dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurutnya perlu ada transfer teknologi sebelum Blok Corridor diambil alih. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan misalnya misalnya adalah soal capaian lifting migas yang kurang memuaskan di sejumlah blok migas yang dikelola Pertamina. Lifting paling jeblok terjadi di Blok Mahakam dengan capaian lifting gas hanya 61 persen dan minyak hanya 85 persen dari target APBN 2019.


“Kami menilai perlu masa transisi sebelum Pertamina menjadi operator, mengingat ConocoPhillips sudah memiliki pengalaman selama 40 tahun di Corridor sehingga dapat membantu Pertamina. Skema Business to Business  (B2B) antara mereka bertiga ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko operasi terhadap keberlangsungan produksi di blok Corridor yang saat ini menyumbang 17 persen dari total produksi gas di Indonesia,” urai Iwan lebih lanjut.

Blok Corridor yang terletak di Sumatra Selatan adalah blok migas terminasi terakhir dari tiga blok migas besar di Indonesia setelah Blok Mahakam dan Rokan.

Dengan adanya pengumuman Menteri ESDM Ignasius Jonan ini, tentu saja menurut Iwan ada perhatian serius dari pemerintah untuk mencegah penurunan produksi serta mengubah kontrak migas cost recovery menjadi gross split agar penerimaan negara lebih pasti.

“Sehingga kami yakin bahwa Pengelolaan Blok Corridor kepada kontraktor eksisting telah sesuai dengan UU 30/2007 tentang Energi menyatakan energi dikelola berdasarkan asas kemanfaatan, berkeadilan, berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, ketahanan nasional, dan keterpaduan mengutamakan kemampuan nasional,” ujar Iwan lagi.

“Kami percaya kerja Pemerintah yang tegak lurus menjalankan Pasal 33 UUD 45 tentang kemandirian dan  pemanfaatan Sumberdaya alam sebesar-besarnya untuk kemamakmuran rakyat,” demikian Iwan D. Laksono.

Pemerintah memastikan ConocoPhillips, Pertamina, dan Repsol akan tetap melanjutkan kiprahnya di Blok sampai tahun 2043 mendatang.

Pada proses kesepakatan bersama secara B2B antara tiga kontraktor existing Blok Corridor yang diajukan kepada Pemerintah, yang menjadi pertimbangan adalah bagaimana mendorong peningkatan kepemilikan nasional dan menjaga agar produksi migas tidak turun.

ConocoPhillips akan menjadi operator dalam tiga tahun pertama lalu pada masa transisi dan setelahnya Pertamina akan menjadi operator.

Sesuai kesepakatan bersama antara ketiga kontraktor tersebut akan ada perubahan participating interest (PI) untuk. Pertamina Hulu Energi Corridor Pertamina naik dari 10 persen menjadi 30 persen, ConocoPhillips 46 persen dan Repsol 24 persen.

Selanjutnya PI sebesar 10 persen akan diberikan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) dengan pembagian porsinya propordional dari ketiga kontraktor. 

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya