Berita

HM Prasetyo, Jaksa Agung saat ini/Net

Politik

Jaksa Agung Dari Kader Partai Banyak Mudaratnya

RABU, 31 JULI 2019 | 10:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Itikad baik presiden terpilih Joko Widodo dalam menyelesaikan penegakan hukum dan meningkatkan bangunan kepercayaan terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus diperlihatkan saat memilih Jaksa Agung.

Caranya sederhana, Jaksa Agung jangan berasal dari kader partai karena banyak mudarat ketimbang manfaat yang didapat.

Begitu kata pengamat politik yang juga direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita RMOL, Rabu (31/7).


“Semua posisi strategis yang berkaitan dengan agenda penegakan hukum harus bersih dari bayang bayang kader partai," tegasnya.

Menurut Pangi, Jaksa Agung mendatang harus lahir dari kalangan profesional. Jika yang dipilih berasal dari kalangan kader partai maka akan merusak tatanan penegakan hukum Indonesia.

Ini lantaran kader partai tidak lepas dan tidak bisa keluar dari garis komando kepentingan partai.

“Sekalipun dia tidak lagi jadi pengurus partai," pungkasnya.

Partai Nasdem yang sukses ikut mengantarkan Joko Widodo melenggang di Pilpres 2019 mengakui masih ingin mempertahankan kursi Jaksa Agung untuk lima tahun mendatang.

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi bahkan secara tegas menyebut kursi Jaksa Agung yang saat ini ditempati oleh HM Prasetyo memang jabatan politik. HM Prasetyo sendiri pernah menjadi politisi yang bernaung di bendera partai besutan Surya Paloh.

"Masalah Jaksa Agung ini adalah dia jabatan politik, dalam konteks Indonesia dia jabatan politik," tegasnya di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya