Berita

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo/Net

Politik

Gerindra Minat Gabung Koalisi, Pengamat: Jokowi Harus Ingat TKN Yang Sudah Banyak Berkeringat

RABU, 31 JULI 2019 | 09:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kemungkinan gabungnya Gerindra ke koalisi Presiden Jokowi dinilai Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo sedikit kurang etis. Karena, menurut Ari, secara normatif sebaiknya kursi-kursi kabinet lebih bagus diberikan kepada partai koalisi kerja yang sudah bersusah payah memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Sebab TKN (Tim Kampanye Nasional) bersama relawan sudah banyak berkeringat dalam mengusung dan memenangkan Jokowi-Maruf sebagai presiden dan wakil presiden," ujar Ari saat ditemui usai menjadi narasumber di acara diskusi bertema 'Siapa Layak di Pucuk Beringin' di hotel Borobudur, Selasa (30/7).

Ia menambahkan, meskipun untuk posisi menteri itu tetap hak prerogratif Presiden. "Tapi kan ada juga wilayah legislatif. Kemudian kursi MPR, lalu yudikatif. Itu bisa diatur di luar wilayah eksekutif," paparnya.


Menurutnya posisi di luar eksekutif itulah yang bisa di-share kepada partai-partai seperti PAN dan Gerindra yang dikabarkan ingin ikut masuk koalisi.

"Grand design-nya adalah bagaimana kita mengurus negara ini bersama-sama, tapi juga jangan menghilangkan potensi kelompok oposisi," lanjut Ari.

Karena, menurut Ari, parlemen tidak boleh menjadi pendukung pemerintah. Sebab, fungsi check and balance akan berjalan bila oposisi juga tumbuh dengan baik.

"Pak Jokowi memang butuh seluruh dukungan, tapi bukan berarti di satu kue yang sama," imbuhnya.

Bangunan oposisi itu harus disiapkan dan berjalan di luar pemerintahan. Untuk ini baru PKS yang dengan terang-terangan akan mengambil sikap sebagai oposisi.

Mendukung pemerintahan menurut Ari jangan diartikan terlalu sempit dengan hanya mendapat kursi kabinet. Tapi bagaimana mengelola bangsa ini dengan konteks yang lebih besar.

"Dengan begitu keseimbangan dua ban pemerintah dan kelompok oposisi ini terjaga. Tidak baik bila jadi yes man saja," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya