Berita

Dubes Maroko Ouadia Benabdellah mengambil foto selfie sebelum memulai pidatonya di Perayaan ke-20 Tahun Hari Penobatan Raja Muhammad VI di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa malam (30/7)./RMOL

Dunia

20 Tahun Raja Maroko Naik Tahta, Ini Bukti Kedekatan Hubungan Dengan Indonesia

SELASA, 30 JULI 2019 | 22:20 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ada yang tidak biasa dalam resepsi Perayaan ke-20 Tahun Hari  Penobatan Muhammad VI sebagai Raja Maroko yang diselenggarakan di Hotel Four Season, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa malam (30/7).

Kegiatan itu dihadiri tiga menteri Indonesia, yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Juga hadir Wakil Menteri Luar Negeri Mohammad Fachir.

Dari ketika menteri yang hadir, adalah Menteri Bambang Brodjonegoro yang didapuk memberikan sambutan mewakili pemerintah Indonesia.


Secara umum dalam sambutannya, Menteri Bambang mengatakan hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko sangat erat. Sejarah telah membuktikan hal itu.

Penghormatan Kerajaan Maroko pada Indonesia pun demikian tinggi. Nama Bung Karno, misalnya, digunakan sebagai nama salah satu jalan di Rabat, ibukota Maroko. Namanya Soekarno Rue.

Menteri Bambang berharap, hubungan baik kedua negara ini akan semakin baik di masa depan.

Sebelumnya, Dutabesar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Ouadia Benabdellah, dalam sambutannya mengatakan peringatan tersebut adalah momen besar bagi Maroko dan juga Indonesia.

Dia percaya kedua negara akan memiliki hubungan yang semakin baik di berbagai sektor. Saat ini, katanya, sedang dirancang program sister city antara kota-kota di Maroko dan Indonesia.

Tidak lupa dalam sambutan itu, Dubes Benabdellah juga mengucapkan selamat kepada petahana Joko Widodo yang kembali memenangkan pemilihan presiden yang lalu.

Dua mantan Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja dan Syarief Syamsuri, serta mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal juga tampak hadir bersama korps diplomatik asing di Jakarta.

Tamu lain yang hadir dalam perayaan ini adalah Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko yang juga Kordinator Solidaritas Indonesia untuk Sahara (Soli Sahara), Teguh Santosa.

Teguh mengatakan kehadiran tiga menteri dan seorang wakil menteri Indonesia dalam resepsi ini memperlihatkan dua hal. Pertama, bahwa selama ini Indonesia dan Maroko memiliki hubungan yang baik, dan kedua, bahwa hubungan baik itu akan semakin baik di masa depan.

“Maroko memiliki sektor perikanan yang unggul dan merupakan eksportir ikan utama di benua Afrika. Negara ini juga memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan sumber energi terbarukan. Di Maroko ada salah satu ladang pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia,” ujar Teguh yang juga dosen hubungan internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Demikian juga di bidang perencanaan pembangunan. Maroko pun mencatat berbagai prestasi yang mengagumkan.

“Sejak Raja Muhammad VI naik tahta di tahun 1999, berbagai program pembangunan Maroko berhasil memperkecil kesenjangan antara kawasan di utara Maroko dengan kawasan Sahara di selatan,” demikian Teguh.

Teguh berharap, seperti harapan yang disampaikan Menteri Bambang Brodjonegoro dan Dubes Benabdellah, hubungan kedua negara akan semakin signifikan di masa depan.

Aksi Selfi

Acara resepsi dibukan dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara.

Setelah itu Dubes Benabdellah diundang ke podium untuk memberikan sambutan. Sebelum memulai sambutannya, Dubes Benabdellah mengatakan, belum ada yang mengambil foto dari podium ke arah tamu dan undangan.

Maka dia pun menyalakan kamera di handphone-nya dan memotret tamu-tamu di hadapannya.

Tidak sampai di situ. Selanjutnya Dubes Benabdellah membalikkan badannya, mengambil posisi selfie dengan tamu-tamu sebagai latar belakang.

“Ini gaya Presiden Jokowi,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan tamu undangan.  

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya