Koordinator JAM Golkar Rudolfus Jack Pasklais/RMOL
Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang direncanakan digelar pada Desember 2019 mendatang semakin memanas. Dinamika siapa yang akan menjadi ketua umum di tubuh Partai Golkar terus bergulir.
Dua tokoh yang digadang menjadi kandidat yaitu Airlangga
Hartarto dan Bambang Soesatyo. Keduanya saling mengklaim
memiliki basis dukungan kuat baik di DPD I maupun DPD II serta
organisasi sayap partai.
organisasi sayap partai.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar (JAM Golkar) menyelenggarakan diskusi yang bertajuk "Siapa Layak di Pucuk Beringin".
"Pertarungan Munas bukan hanya soal sosok figur tetapi juga membangun narasi positif yang tidak mengedepankan subjektivitas untuk
kepentingan Partai Golkar kedepan, " ujar Koordinator JAM Golkar, Rudolfus Jack Paskalis saat memberikan sambutan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (30/7).
Partai Golkar telah mengalami banyak turbulensi dalam politik. Mulai dari masalah dualisme kepimpinan antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sampai tsunami politik akibat ditangkapnya Ketua Umum Golkar saat itu Setya Novanto yang tersandung kasus korupsi E-KTP.
"Pasca Setnov, mandat kepemimpinan diberikan kepada Airlangga, dan dalam sisa waktu itu Airlangga berhasil melakukan konsolidasi menuju pemilu yang hanya 1,5 tahun, " terang Jack.
"Jadi kalau bicara tema, kami dari JAM sangat objektif dan rasional maka dengan terang kami mendukung Pak Airlangga, " tambahnya.
Jack menegaskan bahwa opini Airlangga gagal memimpin golkar dalam kosnentansi politik 2019 adalah hoax.
"Dalam waktu yang sempit beliau mampu melakukan konsolidasi dan
memenangkan pemilu dengan mendapat kursi terbanyak kedua di parlemen,"pungkasnya.