Berita

ASEAN/Net

Dunia

ASEAN Godok Sistem Pembayaran Regional

SELASA, 30 JULI 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini tengah berupaya untuk memfasilitasi sistem pembayaran regional. Langkah ini diambil karena negara-negara anggota ASEAN meyakini bahwa ekonomi digital menjadi pendorong utama berikutnya untuk pertumbuhan ekonomi.

"Ketika ekonomi digital menjadi lebih penting, semakin merajalela, saya pikir ada lebih banyak minat untuk memiliki pintu masuk pembayaran," kata Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, di sela-sela Forum Media ASEAN ke-3 di Bangkok, Senin (29/7).

Lim mengatakan bahwa menteri keuangan dari 10 anggota blok dan bank sentral sedang bekerja menuju sistem tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri, sejumlah kesulitan masih harus diselesaikan.


"Saya tidak bisa memberi tahu Anda kapan (kami bisa mengharapkan sistem seperti itu), tetapi kami sedang mengusahakannya," kata Lim.

"Setiap negara memiliki sistem dan peraturannya sendiri. Kami perlu memastikan peraturannya serupa," tambahnya seperti dimuat Channel News Asia.

Selama sesi dialog sebelumnya pada hari itu, Lim menyatakan kepercayaan pada kesehatan negara-negara ASEAN. Dia mengatakan bahwa kinerja ekonomi megara-negara ASEAN cukup positif meskipun ada tantangan saat ini.

"Perdagangan masih positif meskipun sedikit menurun. Investasi masih datang dari dalam negara-negara anggota ASEAN maupun dari investasi langsung asing. Ini masih lintasan yang sangat positif," kata Lim.

"Ditambah dengan ekonomi digital yang kami promosikan sangat tinggi di ASEAN. Ini akan semakin memacu pendorong pertumbuhan ekonomi berikutnya di ASEAN," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya