Berita

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Ridwan Kamil: SOP Wisata Tangkuban Parahu Perlu Dievaluasi

SELASA, 30 JULI 2019 | 05:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada catatan evaluasi yang ditekankan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat meninjau erupsi Gunung Tangkuban Parahu di Kawah Ratu.

Evaluasi yang dimaksud adalah soal Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kelengkapan evakuasi pengunjung di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu yang perlu disinergikan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Dinas Pariwisata Jawa Barat, serta Pengelola.

"Jadi tadi saya minta prosedur evakuasinya dilengkapi, salah satunya posisi-posisi parkir harus menghadap ke jalan supaya langsung (pergi) kalau ada kejadian bisa dilaksanakan,” ujarnya usai kunjungan ke TWA Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Senin (29/7).


Pengelola TWA juga diminta membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke Kawah Ratu. Hal itu dimaksudkan agar saat erupsi kembali terjadi tidak menimbulkan kepanikan.

"Jumlah mobil akan dicek yang memadai, kapasitas harus menyesuaikan jika sekali-kali terjadi erupsi," lanjut Kang Emil dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Catatan lain yang disampaikan Gubernur adalah adanya peringatan dini di Kawah Ratu agar saat terjadi keadaan darurat, pengunjung bisa cepat diperingatkan.

"Nanti kita sempurnakan khususnya dengan pengelola di sini. Harus luas radius peringatan karena ini kan namanya wisata fenomena alam yang aktif. Jadi prosedur komunikasinya harus sesuai jarak yang diperkirakan,” tuturnya.

Terkait keinginan pengelola untuk segera membuka loket kunjungan wisata, ia mengatakan bakal sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Sebab untuk memutuskan hal itu, pihaknya setidaknya harus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan tidak bisa serta merta dibuka hari ini.

"Nanti baru kita ambil keputusan. Jangan sampai nanti kita ambil keputusan dibuka, ternyata keamanan dan potensi erupsinya belum bisa diprediksi,” tandasnya.  

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya