Berita

Menteri Prtahanan, Ryamizard Ryacudu/Net

Politik

Disinggung Soal FPI, Menhan: Jika Tak Sejalan Pancasila, Silakan Cari Tempat Lain

SELASA, 30 JULI 2019 | 03:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Nilai ideologi Pancasila yang menjadi konsentrasi Presiden Joko Widodo terkait izin perpanjangan ormas Front Pembela Islam (FPI) diamini oleh Menteri Prtahanan, Ryamizard Ryacudu.

"Itu dari presiden kan, saya rasa yang sudah disampaikan presiden sudah jelas. Kalau siapapun yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, tidak usah di sini (di Indonesia)," kata Ryamizard di kantornya, Senin (29/7).

Menurutnya, ormas manapun harus sejalan dengan ideologi yang dianut bangsa. Jika tak sepakat dengan ideologi Pancasila, maka ia mempersilakan untuk hengkang dari Tanah Air.


"Ini negara Pancasila, (jika tak setuju) cari aja tempat yang enggak ada Pancasilanya," sambungnya.

Dalam aturan yang ada, kata dia, Pancasila sudah termaktub dengan jelas. Keberadaa Pancasila diakuinya sengaja dibuat pendiri bangsa untuk menyatukan seluruh Bangsa Indonesia.

Namun demikian, ia tak menjelaskan apakah hal itu dimaksudkan untuk menyindir FPI atau tidak. Baginya, Pancasila sudah menjadi pandangan hidup bangsa.

"Mematuhi Pancasila kan ada aturnannya, UU semua dibuat berdasarkan Pancasila. Digunakan sebagai pemersatu, pandangan hidup, ideologi negara," ujarnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung soal belum diperpanjangnya FPI. Dalam wawancara dengan Associated Press (AP), Jokowi mengait-kaitkan FPI dengan idelogi bangsa yang sudah menjadi final.

Di sisi lain, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menegaskan tak ada alasan lain untuk menuding FPI tak sejalan dengan Pancasila.

"Saya sering diskusi dan hadiri undangan FPI. Bagi mereka, Merah Putih dan Pancasila sudah final, karena prosesnya dibuat oleh 'ijtima' ulama-ulama terdahulu. FPI taat ulama," kata Mardani di akun Twitternya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya