Berita

Max Supacua/Net

Politik

Max Sopacua: Mengapa Harus Ada Oposisi?

SENIN, 29 JULI 2019 | 23:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan kubu oposisi harus ada demi mengontrol pemerintahan yang berjalan selama lima tahun mendatang.

Hal itu ditegaskan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua dalam merespon dinamika politik saat ini.

Dari kacamata Max, dewasa ini banyak partai politik yang sebelumnya berada di posisi oposisi mulai bergeser merapat ke penguasa. Hal ini yang dikhawatirkan pendiri Demokrat ini.


"Memang tidak ada oposisi di negara dengan sistem presidensial. Namun apalah namanya, pemerintah perlu dikontrol dan lembaga itu harus ada," kata Max dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (29/7).

Ia menjelaskan, negara tidak bisa berjalan dengan baik apabila para pelaku politik hanya bekerja berlandaskan kepentingan pribadi semata, tanpa memikirkan rakyat.

Terlebih, ambisi ini dibungkus sedemikian rupa dengan mengatasnamakan akar rumput demi kekuasaan semata.

"Terlalu sering kita dengar statement yang mengatasnamakan rakyat atau demi rakyat. Padahal sebenanya demi kursi kekuasaan," tegasnya.

Sejatinya, keterwakilan rakyat yang hakiki adalah dengan melalui legislatif. Dengan menggunakan kendaraan partai politik, kata dia, rakyat bisa mengontrol kinerja pemerintah tanpa harus bergantung ambisi kekuasaan di pemerintahan.

"Di situlah peran rakyat yang terwakili. Tapi bagaiamana kalau peran parpol sudah masuk dalam ruang pendukung pemerintah? Apakah rakyat harus gigit jari menyesali dukungan yang diberikan saat pemilu dengan seribu janji memperjuangkan keinginan rakyat?" tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya