Berita

Pertemuan antara Prabowo dan Megawati/Ist

Politik

Prabowo Sengaja Bertemu Mega Demi Keseimbangan Politik

SENIN, 29 JULI 2019 | 03:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertemuan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu dinilai sebagai langkah fokus Prabowo untuk menjadi seorang 'king maker'.

Menurut peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, hal itu dilakukan guna mencari keseimbangan politik pasca Pilpres 2019.

"Saya memprediksi Pak Prabowo akan fokus pada upaya beliau menjadi king maker dengan mencari keseimbangan politik, termasuk mencairkan komunikasi politik dengan Bu Mega yang juga menjalankan peran sebagai king maker politik Indonesia," kata Surokim dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (28/7).


Hal itu ia sampaikan berkenaan dengan anggapan bahwa pertemuan keduanya bakal membuat Prabowo meninggalkan kelompok 212 yang memang kerap berseberangan dengan kelompok politik penguasa.

Kendati demikian, berkaca pada pengalaman, Prabowo dinilai lihai dalam membentuk seorang tokoh. Perannya sebagai king maker selama ini memang sangat berhasil.

Surokhim pun yakin bahwa Prabowo sudah memilikirkan dengan matang sebelum mengambil langkah bertemu dengan Presiden ke-5 RI itu meski bakal direspon kelompok 212 yang sebelumnya mendukungnya.

"Pak Prabowo tentu sudah berhitung bahwa kekuatan 212 bukanlah kekuatan menentukan dalam politik Indonesia. Kekuatan itu riuh tetapi sebenarnya belum signifikan," jelas Dekan Universitas Trunojo Madura ini.

Suka tidak suka, langkah yang diambil Prabowo ini akan membuka relasi kuasa Prabowo dalam peta penentuan hal-hal strategis di belakang panggung politik.

"Apakah berpengaruh ke suara Gerindra nantinya karena massa 212 dan parpol pengusung kecewa? Itu kecil pengaruhnya," lanjutnya.

"Struktur pemilih mayoritas Indonesia adalah pemilih moderat, semakin dekat Pak Prabowo ke kelompok 212 peran sebagai king maker akan kian terbatas," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya