Berita

Penemuan pengiriman ilegal cula badak/Net

Dunia

Penyelundupan 125 Kilogram Cula Badak Dengan Plester Berhasil Dibongkar Di Bandara

MINGGU, 28 JULI 2019 | 22:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Otoritas keamanan Vietnam berhasil membongkar penyelundupan cula badak di ibukota Hanoi.

Menurut keterangan sebuah sumber keamanan anonim kepada AFP (Minggu, 28/7), sebanyak 55 potongan cula badak telah ditemukan terbungkus plester di sebuah bandara Hanoi. Penemuan ini terjadi di tengah upaya Vietnam untuk menindak rute penyelundupan satwa liar yang canggih.

Vietnam sendiri adalah konsumen utama cula badak dan merupakan titik transit gading gajah kepada konsumen sebagian besar di China dan Amerika Serikat. Cula badak kerap digunakan untuk keperluan medis atau untuk dijadikan perhiasan dan dekorasi rumah.


Pengangkutan tanduk badak seberat 125 kilogram yang ditemukan di bandara Noi Bai, Hanoi itu terbongkar setelah kiriman yang disamarkan itu menimbulkan kecurigaan.

"Butuh setengah hari untuk membukanya," kata satu sumber keamanan kepada AFP.

Bagian-bagian itu ditemukan pada hari yang sama ketika polisi menangkap seorang tersangka utama perdagangan satwa liar dan dua lelaki lainnya setelah tujuh bangkai harimau beku ditemukan di dalam kendaraan mereka di tempat parkir di Vietnam.

Meski begitu, belum jelas dari negara mana asal cula badak yang ditemukan itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya