Berita

Rachmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan di kediamannya, Sabtu (27/7)./Net

Politik

Rachmawati Persilakan Jokowi Adopsi Program Dan Pemikiran Gerindra

SABTU, 27 JULI 2019 | 21:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dalam pertemuan di Jalan Jatiadang Raya sore tadi (Sabtu, 27/7), Wakil Ketum Gerindra Bidang Ideologi, Rachmawati Soekarnoputri mengatakan pemerintah seharusnya lebih tahu bagaimana cara menyelamatkan bangsa ini dari krisis dan tantangan di masa depan.

"Kan yang tahu keadannya sekarang pemerintah," kata Rachma usai menjamu Ketum Gerindra Prabowo Subianto di rumahnya, Sabtu (27/7).

Rachma mengungkapkan, bila pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo ingin memperbaiki keadaan bangsa dengan mengadopsi pikiran dan program dari Gerindra. Ia tak mempersoalkan. "Monggo saja," katanya.


Tapi bila hanya membahas koalisi dengan pembagian kursi dan jabatan, Gerindra tidak bicara soal itu. Sebab menurut Rachma, saat ini Indonesia berada dalam sistem neo liberal kapitalisme, sedangkan Gerindra menganut model sistem adil makmur, dan itu tidak sejalan dengan sistem yang saat ini dipakai pemerintah.

"Gerindra itu mempunyai sistem membangun masyarakat adil dan makmur.  Sesuai nama koalisinya, adil dan makmur," tegasnya.

Oleh karena itu, berkaca dari positioning visi misi Gerindra, Rachma menyarankan ada baiknya Gerindra sekarang berada di luar sistem neo liberal, alias di luar pemerintahan.

Meski demikian, soal koalisi dan oposisi masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak-pihak yang berkepentingan di Gerindra. Semuanya belum final.

"Nanti pasti akan ada pertemuan internal untuk menyamakan persepsi. Waktunya sedang ditentukan," tutupnya. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya