Berita

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan/RMOL

Hukum

Sudah Jadi Perhatian Dunia, Dalang Kasus Novel Baswedan Harus Terungkap

SABTU, 27 JULI 2019 | 00:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Amnesty International yang membawa kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ke kongres Amerika Serikat diapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan hal ini, kasus Novel secara legitimasi diakui dunia internasional sebagai upaya pembelaan hak asasi manusia (HAM).

Langkah ini pun diharapkan bisa sejalan dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang memberikan waktu tiga bulan untuk mengungkap dalang di balik kasus tersebut.


"Hal itu bisa kita hadapi bersama. Yang diharap KPK adalah waktu 3 bulan bisa dimanfaatkan agar pelaku sebenarnya bisa diungungkap, kasus ini dilatarbelakangi apa dan pelaku utamanya siapa," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/7).

Tak hanya itu, ia berharap langkah hukum yang dilakukan aparat dalam negeri juga sinkron dengan hukum internasional.

"Jadi harapannya memang ada kesinkronan proses di dalam hukum di Indonesia agar pengungkapan-pengungkapan terhadap kasus-kasus serangan terhadap human rights defender (pejuang HAM)," sambung Febri.

Baginya, sudah sepatutnya kasus kriminalisasi yang menimpa pejuang antikorupsi seperti Novel menjadi perhatian dunia internasional.

"Yang juga terpenting adalah meletakkan ini dalam skala yang lebih luas. Aktor yang melawan korupsi adalah termasuk human rights defenders yang diakui dunia internasional," pungkas Febri.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya