Berita

Salah Satu Kapal Selam Perancis/Net

Pertahanan

Bastille Day 2019: Pierre Andre de Suffren Jadi Kado Isitimewa

KAMIS, 25 JULI 2019 | 10:41 WIB | LAPORAN: A KARYANTO KARSONO

Hari Nasional Perancis (Bastille Day) tahun 2019 menjadi bukti pencapaian teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) bawah air Perancis. Peluncuran (launching) kapal selam penyerang (attack submarine/Suffren) bertenaga nuklir merupakan “kado” istimewa.

Kapal selam canggih bertenaga nuklir yang diberi nama Laksamana Pierre Andre de Suffren (pahlawan Perancis abad ke-18), bukan sembarang hadiah. Kehadiran kapal selam baru itu tidak hanya sebatas mengganti armada lama yang menua.  

Laksamana Pierre Andre de Suffren dibuat oleh Naval Group. Program pengembangannya terbilang panjang, yaitu sudah dimulai tahun 2007.


Salah satu teknologi tinggi yang diterapkan pada kapal ini adalah “pump jet propulsor”, yaitu konfigurasi baling-baling pendorong yang diklaim “senyap”. Konon suara yang ditimbulkan sistem baling-baling ini lebih “senyap” dari kapal-kapal selam bertenaga nuklir yang sekelasnya, bahkan dibanding milik Amerika sekalipun.

Suffren merupakan kapal perdana dari (rencana) enam unit kapal selam yang dipesan untuk AL Perancis. Itu sebabnya kelompok enam kapal tersebut dinamakan “kelas Suffren”, sesuai nama kapal perdananya.

Kapal selam kelas Suffren ini menggunakan seluruh teknologi yang dikembangkan dalam sebuah program pengembangan teknologi bertajuk “Barracuda”.

Dalam program Barracuda, dikembangkan dua sistem penggerak kapal selam generasi baru secara paralel, yaitu yang bertenaga nuklir dan bertenaga konvensional (diesel-elektrik). Tujuannya agar hasil program Barracuda juga dapat diekspor ke negara-negara yang tidak diperkenankan memiliki teknologi nuklir.

Yang menarik, pembeli pertama program Barracuda (di luar AL Perancis) itu justru negeri jiran selatan Indonesia, yaitu Australia. Negeri Kanguru ini memesan tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 unit yang bertenaga diesel-elektrik. Dikalangan industri maritim sementara ini disebut “Shortfin Barracuda”.

Rencananya Suffren akan beroperasi penuh tahun depan, setelah uji laut dan uji komprehensif semua sistemnya dinyatakan lolos uji. Di jajaran AL Perancis, Suffren diplot untuk menggantikan armada kapal selam penyerang kelas Rubis yang akan habis usia operasionalnya dalam dekade ke depan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya