Berita

Buah manggis/Net

Politik

Upaya Pemerintah Jadi Eksportir Utama Manggis Di China Dinilai Positif

KAMIS, 25 JULI 2019 | 02:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan. Salah satunya dengan melakukan lobi ke China untuk menggenjot ekspor.

Lobi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan fokus pada ekspor buah manggis. Ini menginggat Manggis Indonesia pernah berjaya di China, tepatnya pada tahun 2012 dengan nilai ekspor mencapai 36 juta dolar AS.

Namun setahun kemudian angka ekspor turun drastis menjadi 96 ribu dolar AS lantaran ada larangan impor manggis dari Indonesia.


Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal menjelaskan bahwa Indonesia memang unggul dalam produk makanan minuman, tembakau, tekstil, dan juga produk-produk pertanian dan perkebunan.

Untuk itu, beragam upaya pemerintah untuk mengekspor komoditas unggulan tersebut harus didukung. Termasuk upaya Mendag Enggartiasto Lukita melobi pemerintah China.

“Jadi cukup positif kalau kita kemudian bisa menegosiasikan ekspor kita ke sana," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (24/7).

Dia yakin ekspor manggis bisa terus membaik dan mencapai target nilai ekspor 1 miliar dolar AS pertahun.

Apalagi, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai ekspor manggis ke China mulai positif pada tahun 2018 yang mencatat penjualan sebesar Rp 474 miliar atau tumbuh 778 persen dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 54 miliar.

Sementara itu,  pengamat ekonomi dari Indef, Rusli Abdullah menilai ragam buah-buahan merupakan kekuatan Indonesia. Sementara China menjadi negara yang berpeluang jadi pasar. Selain penduduk besar hingga miliaran, ragam buah di China juga tidak sebanyak di Indonesia.

“Orang-orang (di wilayah) empat musim sangat suka buah-buahan tropis. Mereka stok untuk musim dingin, sangat luar biasa permintaannya," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya