Berita

Penanganan pasien dengan virus Ebola/Net

Dunia

Bank Dunia Siapkan 300 Juta Dolar AS Untuk Lawan Ebola Di Kongo

RABU, 24 JULI 2019 | 22:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok Bank Dunia menyiapkan paket hibah dan kredit senilai 300 juta dolar AS untuk mendukung kampanye melawan virus ebola yang mematikan di Republik Demokratik Kongo.

Dikabarkan Reuters, dalam sebuah pernyataan yang dirilis (Rabu, 24/7), pendanaan itu akan memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan rencana tanggap darurat ebola yang akan disetujui oleh pemerintah Kongo dan konsorsium internasional minggu depan.

Wabah ebola diketahui kembali membuat resah warga Republik Demokratik Kongo. Penularannya yang terus berkembang pesat membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah ebola di Kongo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang perlu menjadi perhatian internasional awal bulan ini.


Epidemi eboa berkembang terutama di wilayah Kongo timur dan menjadi yang paling mematikan kedua dalam catatan sejarah Kongo.

Sejak Agustus tahun lalu, tercatat wabah ebola telah menewaskan lebih dari 1.600 orang dari lebih dari 2.500 kasus di Kongo. Virus Ebola sendiri merupakan virus yang sangat menular dan memiliki tingkat kematian rata-rata sekitar 50 persen.

Virus ini ditularkan ke manusia dari hewan liar dan menyebar di antara orang-orang melalui kontak dekat dengan darah, cairan tubuh, sekresi atau organ orang yang terinfeksi. Ada harapan akan pengendalian Ebola melalui vaksin baru.

Namun, upaya vaksinasi di Kongo sendiri terhambat oleh kerusuhan dan kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak parah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya