Mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (ketiga dari kiri)/Ist
Mantan
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menjadi pembicara di
acara The second Neuroleadership Forum (NLF) bertajuk 'Menggerakkan
Inovasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Human Capital
Intelligence & Wisdom' di Bank Indonesia Institute, Jakarta, Rabu
(24/7).
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul berbicara terkait
dengan kriteria seseorang bisa dikatakan sebagai pemimpin. Pemimpin,
kata dia, harus menjadi orang yang berani berkorban untuk orang lain
demi terwujud kebaikan bersama.
“Pemimpin tidak boleh hanya mau
meladeni dirinya sendiri, memikirkan kepentingannya sendiri atau
kelompoknya, tetapi harus berani berkorban untuk kepentingan bersama
atau umum dan tidak boleh egois,†ujar Syahrul.
Setidaknya, ada
empat prinsip yang ia pegang selama menjadi pemimpin, khusus menjadi
kepala daerah di Sulawesi Selatan selama 20 tahun. Pertama adalah nilai
agama atau teologis di mana setiap agama pasti mengajarkan tentang
kebaikan dan mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan.
“Kedua, nilai
kebenaran sosiologis, yakni pemimpin menghadirkan manfaat bagi orang
lain. Pemilih harus menjadi rahmat dan berkat bagi orang lain, bukan
menjadi menjadi bencana bagi orang lain atau masyarakat,†jelas anggota
Tim Penasihat Senior pada Kantor Staf Presiden ini.
Ketiga, kata
Syahrul, pemimpin harus memegang kebenaran yuridis atau aturan yang
berlaku. Menurut dia, pemimpin tidak bertindak atas kemauan sendiri
karena aturan tersebut dibuat untuk menjamin kepastian, ketertiban, dan
keadilan sehingga bisa memberikan contoh bagi yang lain.
“Keempat
adalah nilai kebenaran kultural. Pemimpin tidak bisa lepas dari budaya
soal sopan santun, kerja sama, dan gotong royong,†tuturnya.
Lebih
lanjut, Syahrul mengatakan seorang pemimpin juga harus sensitif
terhadap kemajuan-kemajuan dan perkembangan zaman serta teknologi yang
tidak terbendung lagi. Pemimpin harus mempunyai orientasi yang jelas di
masa depan.
“Pemimpin harus visioner, kreatif di era seperti
sekarang ini. Pemimpin harus mampu menunjuk arah kemana orang yang
dipimpin mau dibawa, tentunya dibawa kepada kemajuan, kebaikan dan
kesejahteraan,†tandasnya.
Karena itu, Syahrul berharap para
pemimpin di Indonesia di semua bidang mempunyai spirit yang sama, yakni
mengutamakan kepentingan rakyat dan terus bekerja sama membangun bangsa
yang kuat, mandiri, dan berdikari.
Apalagi, kata Syahrul, saat ini Indonesia dipimpin oleh Joko Widodo yang mempunyai visi dan mimpi besar, yakni Indonesia Maju.
“Jokowi
adalah pemimpin kita. Tugas kita adalah mengisi Jokowi agar lebih kuat,
lebih baik. Jokowi harus diperkuat sehingga mengambil langkat yang
tepat dan bijak. Kita tidak boleh membiarkan Jokowi sendiri,†pungkas
Syahrul.