Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Kehancuran Cepat Tercipta Jika Malas Berargumen

SABTU, 20 JULI 2019 | 04:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Adu argumen di negeri ini menjadi sorotan serius Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Baginya narasi dibutuhkan untuk membangun negeri menjadi lebih baik.

Dalam pengamatannya, banyak kelompok yang tidak mau berpayah-payah membangun argumen. Mereka memilih membonceng kekuasaan dan membangun pengaruh dengan kekuasaan di belakang layar.

“Karena kekuasaan itu meski di tangan orang dungu dia tegap lebih berpengaruh dari pikiran raksasa para filsuf,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Sabtu (20/7).


Membangun pemikiran alternatif memang pekerjaan yang sulit. Tapi hal tersebut harus dilakukan untuk menahan laju pemerintah agar tidak kebablasan.

“Bagi oposisi, bangunlah mazhab berpikir yang serius,” ujar pendiri Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu.

Fahri mengakui bahwa ide-ide yang muncul memang acapkali kalah saat berhadapan dengan aura kekuasaan dan uang yang meniup imajinasi publik dan syahwat sederhana.

“Tapi mengapa argumen tetap diperlukan? Karena semua pasti bermula dari ide dan pikiran. Bahkan pragmatisme pun adalah argumen. Sinisme itu ide,” terangnya.

Lebih lanjut, Fahri berharap penguasa akan melihat pikiran sebagai sesuatu yang berharga. Sehingga, ruang gerak bagi pikiran dibuka lebar dan kehendak untuk melakukan persekusi terhadap argumen ditutup rapat.

Menurutnya, semakin sedikit menggunakan pemaksaan dengan kekuasaan maka semakin harmoni tercipta. Tapi jika kekuasaan semakin memaksakan kehendak dan malas berargumen, maka kehancuran semakin cepat tercipta.

“Inilah hukum besi sejarah. Inilah hukum alam. Sunatullah dalam kehidupan,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya