Berita

Peneliti Pusat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Lili Romli/Net

Politik

Peneliti LIPI: Kalangan Santri Nasionalis Tepat Jadi Ketua MPR

JUMAT, 19 JULI 2019 | 16:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia menghadapi dua tantangan, yaitu menguatnya radikalisasi agama dan deideologisasi Pancasila. Untuk itu bangsa ini harus mampu menghadirkan pimpinan yang tepat, seperti sosok ketua MPR RI.

Peneliti Pusat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Lili Romli mengatakan, MPR sebagai lembaga tinggi mempunyai peran penting dalam menangani masalah itu.

Menurut Lili Romli, saat ini radikalisasi agama semakin menguat, kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila masih terus bergerak. Di sisi lain, terjadi pendangkalan pemahaman ideologi Pancasila di kalangan nasionalis sendiri.


Oleh sebab itu, lanjut dia, pimpinan khususnya ketua MPR sebaiknya dari kalangan santri nasionalis. Sosok ini dinilai mampu mengurai dua masalah di atas, dia mampu mengurai akar-akar radikalisasi agama dan mampu memperkuat pemahaman ideologi Pancasila pada kelompok nasionalis.

Menurut Lili Romli, kalangan santri nasionalis ini bisa diwakili oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

"Saya kira Cak Imin (Muhaimin Iskandar) pantas dan mampu memimpin MPR, dia santri dan juga nasionalis," imbuh Lili Romli dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/7).

Selain itu, Muhaimin juga banyak pengalaman, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Apalagi saat ini dia sedang menjabat wakil ketua MPR.

Masih jelas Lili Romli, dua permasalahan di atas tidak bisa dianggap enteng. Sebab, ini adalah masalah pilar dasar kebangsaan. Jika ideologi rapuh, maka kita sebagai bangsa akan mudah terkoyak.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya