Berita

Pencari suaka di Jalan Kebon Sirih, Jakarta/RMOL

Publika

Anies Dan Pengungsi Di Jakarta

JUMAT, 19 JULI 2019 | 00:39 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

UNHCR atau PBB bagian pengungsi meminta bantuan Gubernur DKI untuk mengurus 1.000-an pengungsi yang demo di depan markas PBB itu, di Jalan Kebon Sirih. Gubernur DKI via telepon memerintahkan jajarannya bekerja sama dengan pimpinan DPRD DKI, Prasetyo menampung para pengungsi tersebut ke daerah Kalideres, Jakbar.

Beberapa tahun belakangan ini, pengungsi yang membanjiri Indonesia semakin banyak. Awalnya, mereka yang umumnya berasal dari daerah konflik Timur Tengah, Afrika, dan Afghanistan menggunakan Indonesia sebagai tempat singgah, sebelum mereka ke Australia. Negara-negara kulit putih umumnya ramah terhadap pengungsi, khususnya karena mereka menandatangani Konvensi International terkait pengungsi.

Australia yang belakangan ini tidak bersahabat dengan kedatangan pengungsi, menutup diri dan meminta Indonesia tidak membiarkan dirinya sebagai tempat singgah sementara. Akhirnya, Indonesia perlahan-lahan menjadi sasaran terakhir bagi pengungsi.


Dengan masalah pengungsi ini, maka Indonesia masuk pada tema kemanusian internasional. Padahal, kita sendiri sebagai sebuah bangsa mempunyai rakyat miskin dan pengangguran yang sangat besar, serta tidak punya uang cukup untuk berbagai kepada mereka.

Entah kenapa UNHCR berharap pada uluran tangan pemerintah daerah, seperti ke Gubernur DKI. Memang dalam kasus pengungsi Rohingya, tempo lalu Aceh yang bergelora menawarkan bantuan kemanusian. Saat ini Anies menunjukkan respons kepada UNHCR secara cepat dan positif.

Tapi bagaimana rakyat Jakarta bersikap? Apakah kita yang masih puluhan persen miskin siap berbagi kesusahan dengan pengungsi-pengungsi itu?

Sebagai makhluk Tuhan, kita harus menunjukkan empati. Manusia adalah manusia. Mereka, pengungsi itu, bukanlah orang yang senang meninggalkan negerinya. Mereka hanyalah manusia rentan yang coba menghindar dari kematian akibat perang saudara atau diperangi negara lain. Jangan meninggalkan negerinya, orang merantau ke Jakarta saja banyak yang rindu kampung halaman, apalagi mereka.

Anies tidak boleh dibiarkan sendiri memikirkan pengungsi ini. Harus ada ide-ide bersama ke depan, untuk memudahkan penyelesaian.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya