Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Gerindra: Laporan TGPF Kasus Novel Lucu Dan Janggal

KAMIS, 18 JULI 2019 | 21:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dinilai mengecewakan. Sebab, tim bentukan Kapolri Tito Karnavian itu gagal mengungkap pelaku penyerangan.

Gerindra melalui akun Twitter resmi @Gerindra bahkan menyebut laporan tim tersebut lucu dan janggal. Sebab, TGPF justru merekomendasikan kepada Polri agar membentuk tim lagi untuk menuntaskan pengusutan kasus tersebut.

“Laporan tersebut terbilang lucu sekaligus janggal,” tulis akun itu.


Kesimpulan bahwa penyiraman dilatarbelakangi dendam karena Novel Baswedan dianggap menggunakan wewenang secara berlebihan juga dinilai sebagai hal yang menyesatkan dan melenceng.

Pasalnya, tim yang seharusnya mencari tahu siapa eksekutor dan dalang di balik peristiwa itu justru balik menyerang korban.

“Urusan seperti unsur balas dendam biarlah menjadi domain dalam persidangan nanti. Terlebih resume TGPF berpotensi membeli Novel pada masalah baru dengan tuduhan menggunakan kewenangan secara berlebihan,” sambung akun bercentang biru tersebut.

Misteri penyerangan terhadap Novel seharusnya dimulai dari mengungkap pelaku penyiraman, yang bisa dimulai dari keterangan Novel Baswedan saat diperiksa di kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, empat bulan setelah penyerangan.

“Kala itu, Novel memberikan petunjuk dan menyebutkan nama seseorang yang sepatutnya ditelisik lebih lanjut,” demikian akun tersebut.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya