Berita

Rius Vernandes/Net

Hukum

Sekjen Masata: Postingan "Menu Tulis Tangan Garuda" Kurang Etis

KAMIS, 18 JULI 2019 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Polisi diminta menelusuri motif dari konten yang dibuat Youtuber Rius Vernandes. Rius memosting di akun Instagram dan Youtube "Menu Tulis Tangan" maskapai Garuda. Oleh Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Rius dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pencemaran nama baik merugikan perseroan.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Andi Azwan mengatakan, kasus ini tidak berdiri sendiri. Ini mengacu latar belakang Rius dan Elwiyana Monica yang merekam peristiwa tersebut.

Andi mengungkapkan, Elwiyana yang merupakan tunangan Rius ternyata bekerja sebagai pramugari di maskapai penerbangan Singapore Airlines. Rius juga disinyalir sebagai key opinion leaders (KOL) maskapai nasional negara lain.


"Sulit rasanya membayangkan Rius bakal objektif melakukan review penerbangan jika benar dia bekerja di maskapai luar Indonesia," ucap Andi kepada wartawan, Kamis (18/7).

Melalui akun Instagram-nya, @rius.vernandes, Rius mengunggah insta story soal menu makanan yang ditulis tangan di kelas bisnis Garuda Indonesia, pada Sabtu malam (13/7). Dia juga mengunggah video penjelasan di kanal Youtube-nya dengan judul 'Yang Sebenarnya Terjadi di Balik Menu Tulisan Tangan Garuda Businees Class'. Dalam video berdurasi 21 menit 7 detik, Elwiyana terlihat duduk di sebelah lorong, sedangkan Rius di pinggir jendela.

"Saya sudah nonton video itu. Secara khusus saya menyoroti beberapa ucapan Elwiyana tatkala Rius merekam video. Misalnya, "Oh berarti emang enggak ada (menu)," celetuk Elwiyana, saat awak kabin membagikan menu di kertas bertulis tangan kepada penumpang lain," terang Andi.

"Giliran tiba di bangku Rius dan Elwiyana, Elwiyana yang memegang kertas menu bertulis tangan, sementara Rius menyorot menu tersebut. "Coba kita lihat dan dengar, pramugari sudah minta maaf ke Rius dan Elwiyana soal menu yang ditulis tangan. Karena, dalam proses pencetakan," lanjutnya.

Elwiyana juga sempat berkomentar ke Rius. "Gue mikirnya gini, 'anjir business class masak enggak ada menu sih, pakai kartu tulisan tangan'. Tapi waktu cabin crewnya approach untuk menjelaskan lagi printing, disitu gue merasa kehangatannya. Human touch tuh tetap lebih penting. Daripada lo punya menu tapi judes banget".

Selanjutnya, Elwiyana memang menyatakan tidak kecewa dengan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional Indonesia. Meski begitu, Elwiyana kembali menekankan pentingnya kartu menu.

"Bagi saya, hal ini tidak etis. Bagaimana pun, Elwiyana itu pramugari Singapore Airlines," terang Andi.

Pihak kepolisian diharapkan menelusuri motif dari konten yang dibuat Rius. Jangan sampai konten itu ternyata terafiliasi dengan pesaing bisnis. Sebab nanti patut diduga, ada indikasi bagian dari persaingan bisnis penerbangan.

Di Youtube, Rius terang-terangan kecewa atas menu bertulis tangan, termasuk habisnya stok wine. Khusus mengenai menu, Rius membandingkan pengalamannya saat menumpangi sejumlah maskapai penerbangan internasional. Rius menilai, kartu menu enggak seharusnya lagi dalam pencetakan. Sedangkan di Instagramnya, Rius memberikan tanda tepuk jidat.

"Asumsi saya, Rius menganggap tak adanya kartu menu adalah kekonyolan," sebut Andi.

Menurutnya, postingan Rius kurang bijak. Jangan karena mencari popularitas dari kekurangan pihak tertentu dengan alasan hak konsumen seenaknya lakukan kritik.

"Ingat, kalau memang Rius atau Elwiyana merasa ada kejanggalan, sampaikan sesuai jalur apalagi kalau yang bersangkutan cinta Garuda beri masukan langsung bukan mengumbar sesukanya di media sosial. Semoga jadi pelajaran bagi kita semua," tutup Andi.

Rius Vernandes sendiri di akun Instagramnya telah membantah melakukan pencemaran nama baik. Rius dipanggil polisi sebagai saksi untuk diminta keterangan pada Rabu kemarin (17/7). Karena berhalangan hadir, dia dipanggil ulang pada 23 Juli.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya