Berita

Prabowo saat bertemu Jokowi di MRT/Net

Politik

Ucapkan 'Selamat Bekerja' Kepada Jokowi, Prabowo Dinilai Sudah Akui Kekalahannya

MINGGU, 14 JULI 2019 | 17:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ada bagian yang menarik dari akhir pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Sabtu (13/7). Di akhir pertemuan, Prabowo mengucapkan 'Selamat Bekerja' kepada Joko Widodo.

Pro dan kontra pun terjadi usai Prabowo mengucapkan kalimat itu saat melakukan pertemuan dengan Jokowi di stasiun MRT. Banyak yang menilai ucapan itu sebagai simbol bahwa Prabowo telah mengakui Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019.

Seperti pendapat Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad saat berbincang dengan redaksi Kantor Berita RMOL, Minggu (14/7). Nyarwi juga mempertanyakan pemilihan kata yang diucapkan Prabowo tersebut.


Dia menilai, Prabowo termasuk sosok yang sangat hati-hati dalam pemilihan kata. Karena banyak para pendukungnya yang menolak mantan Danjen Kopassus ini mengakui kemenangan Jokowi yang diklaim menang dengan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).

"Dia (Prabowo) bilang kan kalau mau memberikan ucapan itu langsung. Tapi dia bilangnya bukan selamat sebagai presiden tapi kalimatnya itu 'Selamat bekerja sebagai Presiden'. Jadi kalimatnya juga menarik," ucap Nyarwi Ahmad, Minggu (14/7).

Walaupun menggunakan kata yang tersirat, Prabowo dinilai telah mengakui Jokowi sebagai Presiden terpilih pada Pilpres 2019 ini. "Ya menurut saya dia juga melepaskan konteks Pilpres, persaingan Pilpres, tapi mengakui itu. Justru menurut saya mengakui juga. Artinya ini loh bapak (Jokowi) sudah jadi presiden," imbuh dia.

Walaupun dianggap mengakui, Prabowo kata Nyarwi juga tetap memberikan masukan kepada Jokowi bahwa menjadi Presiden tidaklah mudah. "Tapi dia juga memberikan apa yang menjadi tanggungjawab presiden itu tidak mudah, ada kalimatnya itu," imbuh dia.

Tak hanya itu, Prabowo juga dinilai telah move on dari kekalahannya di Pilpres 2019. Sehingga Prabowo juga akan memberikan kritik kepada Presiden Jokowi sebagai awal dari berjalannya proses demokrasi di Indonesia yang lebih baik.

"Kita lihat dari aspek mereka punya komitmen, terutama pak Prabowo sendiri ada komitmen untuk menurunkan tensi selama (Pilpres) ini. Sudah move on dari Pilpres ke pasca-Pilpres. Prabowo kemarin itu sudah benar-benar menunjukkan move on dari fase Pilpres ke pasca-Pilpres. Dan itu tentu saja ada banyak permintaan termasuk kritik demokrasi tentu dia tekankan itu," paparnya.

Ucapan 'Selamat Bekerja' kepada Presiden Jokowi yang diutarakan Prabowo merupakan kalimat kiasan untuk tetap menjaga perasaan para pendukungnya. Sebab hingga saat ini masih ada yang menolak untuk rekonsiliasi serta mengakui kemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

"Betul itu (ada pengaruh dari masyarakat) menurut saya juga begitu. Jadi lucu sekarang ini, polarisasi tidak lagi berlangsung antara kubu pak Prabowo dengan pak Jokowi, tetapi terjadi polarisasi di pendukung pak Prabowo. Ada yang bilang oke bagus, ada juga yang bilang selamat tinggal Prabowo," paparnya.

Sehingga, Prabowo pun dianggap takut kehilangan pendukungnya yang dinilai militan serta bersatu.  Pendukung militan ini memiliki persentase yang banyak, yakni lebih dari 45 persen pemilihnya.

"Kehati-hatian itu juga saya lihat karena Prabowo mempertimbangkan pendukungnya. Makanya kelihatan sekali ya kehati-hatian mereka di dalam menyampaikan ucapan selamat itu, selamat sebagai apa kan gitu," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya