Berita

Prabowo dan Jokowi/Net

Politik

Pesan Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Lebih Terasa Tanpa Luhut

MINGGU, 14 JULI 2019 | 16:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Peran Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak berpengaruh dalam proses rekonsiliasi presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Terbukti pertemuan Jokowi-Prabowo berlangsung hangat, walau tanpa kehadiran Luhut.  

"Tidak ada pengaruh ketidakhadiran Luhut," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggaraini di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Minggu (14/7).


Lebih lanjut, Titi menyebut bahwa semua mata tertuju pada keakraban Jokowi dan Prabowo yang dinilai telah membawa angin segar bagi polarisasi masyarakat yang memanas selama pilpres.

"Pertemuan antara Jokowi ini simbolik antara dua aktor utama, yang bisa dibilang keterbelahan politik selama ini atass kepesertaan kedua orang itu di pemilu," jelasnya.

Menurut Titi, justru tanpa kehadiran Luhut, pertemuan itu bisa berlangsung. Sebab selama ini, Luhut yang disebut sebagai utusan Jokowi untuk menggelar rekonsiliasi telah gagal menjalankan tugas.

Selain itu, tanpa kehadiran Luhut, pesan dari pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto lebih terasa ke masyarakat.

"Karena ternyata langsung dua figur ini yang menginisiasi dan tidak perlu (orang lain), simbolnya lebih terasa," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya