Berita

Polisi Selandia Baru berjaga/Net

Dunia

Ratusan Warga Selandia Baru Serahkan Senjata Api Pasca Teror Christchurch

MINGGU, 14 JULI 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan warga Selandia Baru secara sukarela menyerahkan senjata api yang mereka miliki ke otoritas setempat di tengah amnesti dan skema pembelian kembali senjata. Langkah ini diterapkan untuk membersihkan negara dari senjata semi-otomatis pasca pembantaian Masjid Christchurch.

Secara nasional, tercatat ada 169 pemilik senjata api yang menyerahkan 224 senjata dan 217 bagian serta aksesori senjata kepada pemerintah dengan pengawasan polisi pada Sabtu (13/7). Pengumpulan senjata dilakukan di Chrischurch, kota di mana teror penembakan terjadi kurang dari empat bulan lalu dan merenggut 51 nyawa.

Pasca kejadian tersebut, pemerintah yang didukung oleh partai-partai oposisi, segera bergegas memperketat undang-undang senjata Selandia Baru.


Pemilik senjata di negara tersebut diberikan waktu hingga tanggal 20 Desember 2019 untuk menyerahkan senjata ilegal di bawah perjanjian amnesti.

Sebelumnya, seperti dimuat Al Jazeera, Selandia Baru jug melarang sebagian besar senjata api semi-otomatis, beberapa senapan pompa, dan beberapa senjata berkapasitas besar tertentu.

Menteri Kepolisian Selandia Baru, Stuart Nash mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menghapus senjata paling berbahaya dari peredaran.

Warga yang menyerahkan senjata mereka di bawah skema ini, akan mendapatkan kompensasi sekitar 290.300 dolar AS.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya