Berita

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti/Net

Politik

Pemecatan DPD II, Pengamat: Golkar Perlu Tumbuhkan Demokrasi Di Internal

KAMIS, 11 JULI 2019 | 21:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menilai penonaktifan sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar sangat disayangkan. Sebab hal itu menjadi cerminan ketidakbebasan kader untuk memilih.

"Berilah kesempatan pada semua anggota DPD atau siapapun untuk menyatakan dukungan secara terbuka baik si A maupun si B, enggak perlu diberi sanksi, dintimidasi, diancam kecuali yang bersangkutan dianggap melakukan dukungan yang tidak semestinya," kata Ray Rangkuti di Jakarta, Kamis (11/7).

Di sisi lain, ia juga menyoroti sikap dukungan yang diberikan oleh DPD II kepada salah satu kandidat Ketua Umum Golkar. Ia berpendangan, dukungan tersebut harus berdasarkan keputusan bersama struktur di bawahnya. Jika tidak, maka dukungan disampaikan atas nama pribadi.


"Jadi kalau dia sudah melakukan proses demokratisasi di bawah, dia menghimpun pendapat-pendapat dari berbagai DPC, ranting, enggak boleh diabaikan harus disampaikan secara organisasi," jelasnya.

Soal dugaan pelanggaran semisal membawa nama organisasi tanpa persetujuan di bawahnya, maka harus terlebih dahulu diproses melalui mekanisme yang ada.

"Mereka yang melakukan katakanlah pelanggaran etik terhadap partai tidak bisa langsung dipecat oleh ketum. Kecuali melalui mekanisme misalnya sidang di dalam Dewan Kehormatan partai. DPD kan juga diangkat secara resmi oleh proses pemilihan meski dalam internal," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG), Abdul Aziz mengatakan bahwa pencopotan 10 Ketua DPD II terjadi lantaran mereka mendukung Bambang Soesatyo sebagai calon lawan Airlangga Hartarto yang bakal kembali mencalonkan diri.

Menurutnya, pencopotan itu adalah tindakan yang berpotensi mencoreng citra partai berlambang pohon beringin ini.

“Menurut saya Partai Golkar justru saat ini sedang memberikan tontonan yang sangat memalukan di mata publik, panik tingkat dewa” ujar Aziz Rabu (10/7).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya