Berita

Gedung BPK/Net

Politik

Kepercayaan Atas Kualitas Laporan Audit BPK Berpotensi Menurun

KAMIS, 11 JULI 2019 | 01:57 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sebanyak 32 nama dari 64 pendaftar calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah disaring Komisi XI DPR RI. Namun seleksi tersebut menimbulkan tanda tanya bagi Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Sebab, dari 32 nama yang tersingkir, sebanyak empat di antaranya merupakan anggota IAPI. Keempatnya, kata Ketua Umum IAPI Tarkosunaryo, juga merupakan pemegang sertifikat kompetensi di bidang auditing, Certified Public Accountant (CPA).

“Mereka yang tidak lolos merupakan anggota IAPI, yang selama ini telah berkiprah sebagai akuntan publik dan telah berpengalaman sebagai bagian dari tim pemeriksa di BPK," ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu (10/7).


CPA, sambung Tarkosunaryo merupakan simbol komitmen bagi para pimpinan BPK dalam menerapkan profesionalisme dan menjamin kualitas pemeriksaan.

Dia menguraikan bahwa sejak tahun 2009, ada dua orang pemegang CPA yang menjadi bagian dari kepemimpinan di BPK. Keduanya adalah Sapto Amal Damandari yang sempat menjadi anggota V, anggota II, dan Wakil Ketua BPK,  serta Moermahadi yang sempat menjadi Anggota I, Anggota V dan saat ini menjadi Ketua BPK.

“Saat ini Pak Moermahadi adalah satu-satunya pemegang CPA dari 9 orang BPK," jelasnya.

Dengan berakhirnya masa tugas Moermahadi pada bulan Oktober 2019, praktis tidak satupun pemegang CPA dalam kepemimpinan di BPK.

"Oleh karena itu, dipandang perlu untuk menggantikan posisi beliau dalam rangka merepresentasikan profesi auditor L/K sekaligus menjadi simbol komitmen penjaminan kualitas dalam pelaksanaan audit, khusus audit laporan keuangan," katanya.

Tarkosunaryo menjelaskan, CPA adalah sebutan yang ditetapkan IAPI berdasarkan ketentuan dalam UU 5/2011 tentang Akuntan Publik yang diatur lebih lanjut dalam PP 20/2015. Hanya orang-orang yang memiliki CPA yang dapat mengajukan permohonan izin Akuntan Publik berdasarkan UU 5/2011.

"Hal itu sebagai bentuk pengakuan recognition dari IAPI selaku asosiasi profesi akuntan publik terhadap kompetensi dan kapasitas seseorang dalam bidang auditing/auditor," kata dia.

Dia menegaskan, dengan tidak lolosnya para pemegang CPA pada tahap awal, maka dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, BPK akan kehilangan pengakuan kompetensi dari organisasi profesi bidang auditing yang melekat pada diri pimpinan/anggota BPK.

"Kondisi ini akan berpotensi dapat menurunkan kepercayaan dan legitimasi terhadap kualitas laporan hasil audit di BPK," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya