Berita

Foto: Net

Nusantara

Cuaca Buruk, Pencarian Heli MI 17 Andalkan Tim Darat Dengan Logistik 4 Hari

RABU, 10 JULI 2019 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Pencarian helikopter MI-17 yang hilang kontak di Oksibil, Papua pada Jumat dua pekan lalu (28/6), masih dilanjutkan. Hanya saja, kali ini tidak bisa dilakukan melalui udara karena faktor cuaca.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi mengatakan, sejak kemarin (Selasa, 9/7) hingga hari ini (Rabu, 10/7) hujan mengguyur kawasan Oksibil, sedangkan Jayapura berkabut dengan jarak pandang hanya 1 kilometer. Dengan kondisi cuaca seperti tidak memungkinkan helikopter bell dan pesawat CN 235 milik TNI AU mengudara.

Pencarian sementara difokuskan lewat darat dengan kekuatan 1 SSK atau 100 orang gabungan TNI, Polri bersama relawan.
 

 
"Tim kita yang ada di Oksibil arah Gunung Mol dengan Okbab itu sampai sekarang masih perjalanan. Mereka menginap di jalan, tetapi kita tetap kontak komunikasi melalui radio," ucap Aidi saat dihubungi, petang ini (Rabu, 10/7).

Aidi menjelaskan, sasaran yang dituju tim pencari jalur darat ini menyusuri pemukiman-pemukiman sekitar Gunung Mol untuk mendapati keterangan. Permasalahannya kampung di Pegunungan Papua terpencar-pencar jauh dan dibutuhkan perjalanan berhari-hari dari satu kampung ke kampung lainnya.

"Nanti (di tengah perjalanan) menginap lagi di jalan sesuai batas logistik yang dibawa. Kita targetkan empat hari kemampuan membawa logistik dari kemarin. Ini hari kedua," imbuhnya.

Sejauh ini, masih kata Aidi, komunikasi via radio dengan tim pencari berjalan lancar. Mereka juga masih bersemangat.

"Allhamdulillah tim pencari semua sehat, karena kita juga tidak memaksakan di luar batas manusia. Jadi kita memperhatikan faktor stamina," ujar Aidi.

Heli MI 17 yang mengangkut 12 orang penumpang termasuk kru yang merupakan anggota Yonif 725/WRG dinyatakan hilang kontak dalam perjalanan ke bandara Sentani, Jayapura.  

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya