Berita

Pasca teror bom di Sri Lanka/Net

Global

Pengadilan Sri Lanka: Pejabat Keamanan Top Tidak Bersalah Dalam Teror Bom Minggu Paskah

SELASA, 09 JULI 2019 | 23:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Sri Lanka menolak tuntutan yang menyebut bahwa kepala polisi dan pejabat pertahanan negara itu menghadapi dakwaan pembunuhan karena gagal mencegah teror bom Minggu Paskah April lalu.

Inspektur Jenderal Polisi Pujith Jayasundara dan mantan menteri pertahanan Hemasiri Fernando diwakili hadir di pengadilan setelah ditangkap pekan lalu dengan tuduhan lalai.

Kelalaian mereka menyebabkan teror bom terjadi dan menewaskan 258 orang.


Jaksa penuntut negara Dappula de Livera mengatakan, kelalaian mereka sama dengan kejahatan berat terhadap kemanusiaan dan mereka harus menghadapi dakwaan pembunuhan.

Tetapu hakim Kolombo Lanka Jayaratne mengatakan, tidak ada cukup bukti bahwa mereka gagal menindak peringatan tentang pemboman yang dilakukan oleh militan.

Jayasundara diketahui adalah pejabat polisi paling senior yang ditangkap dalam sejarah pasukan keamanan Sri Lanka dalam 152 tahun terakhir.

Dimuat Channel News Asia, sebelum teror bom terjadi, intelijen India menyampaikan peringatan tentang serangan tersebut, tetapi pemerintah Sri Lanka tidak menganggap serius ancaman itu sehingga teror pun terjadi.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya