Berita

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid/RMOL

Hukum

Merujuk Kasus Munir, TGPF Novel Baswedan Didesak Libatkan Sipil

SELASA, 09 JULI 2019 | 21:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan sudah lebih dari dua tahun tak terungkap. Amnesty International Indonesia mendesak diadakan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan, pihaknya menilai masyarakat sipil perlu dilibatkan di dalam TGPF.

"Kami dan organisasi masyarakat sipil berpandangan bahwa diperlukan suatu tim gabungan pencari fakta bukan sekadar tim di kepolisian, tetapi melibatkan para ahli, para tokoh yang mempunyai integritas moral yang tinggi," ucap Usman Hamid kepada awak media di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Selasa (9/7).


Menurut Usman, keterlibatan masyarakat yang independen akan membuat kasus tersebut cepat terungkap seperti kasus-kasus sebelumnya.

"Misalnya tim pencari fakta kasus Munir, pemerintahan atau tim gabungan pencari fakta dalam kerusuhan di zaman Pak Habibie itu sekiranya bisa dijadikan rujukan," jelasnya.

Tak hanya itu, pelibatan masyarakat juga diharapkan dapat melakukan pengawasan kinerja kepolisian secara intensif untuk mengungkap pelaku penyiramam air keras kepada penyidik lembaga antirasuah.

"Tim gabungan itu dipandang perlu karena dalam pengalamannya seringkali tanpa pengawasan secara dekat dari kalangan masyarakat sipil, proses pengurusan kasus-kasus semacam ini berakhir tanpa kejelasan," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya