Berita

Jokowi dan Prabowo/Net

Politik

Dua Makna Di Balik Pernyataan Moeldoko Soal Rekonsiliasi

SELASA, 09 JULI 2019 | 18:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada dua makna penting di balik pernyataan Kepala Staf Presiden, Moeldoko terkait dengan rekonsiliasi Jokowi-Prabowo yang dinilainya bukan lagi agenda prioritas.

Termasuk ungkapan bahwa rekonsiliasi akan mengganggu kinerja presiden terpilih, Jokowi.

"Pertama, makna denotatif politik. Yaitu wacana rekonsiliasi memang sudah atau menjadi basi dibicarakan. Semakin menjadi diskursus publik malah kontraproduktif dan semakin sulit terwujud," kata pengamat politik Igor Dirgantara kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (9/7).


Dewasa ini, kata Igor, tuntutan rekonsiliasi kedua calon presiden ini makin banyak digaungkan. Bahkan hal itu tak serta merta mendukung adanya rekonsiliasi, namun tak sedikit yang menanggapi miring.

"Tekanan, kritik, dan tuntutan dari opsi pertemuan rekonsiliasi Jokowi-Prabowo semakin liar dan cenderung memperlebar perbedaan atau pembelahan antara pendukung 01 dan 02 yang terjadi saat kampanye Pemilu 2019 lalu," paparnya.

Kedua adalah makna konotatif politik. Dijelaskan Igor, ucapan Moeldoko tersebut adalah sebaliknya, bahwa rekonsiliasi Jokowi-Prabowo memang penting dilakukan.

"Tetapi hal itu (pembahasan) harus berada di level elite, bukan menjadi konsumsi publik lagi. Semakin menjadi wacana publik, maka rekonsiliasi menjadi negosiasi dan bargaining yang alot," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya