Berita

Pancari suaka di trotoar Jakarta/RMOL

Nusantara

UNHCR: Pencari Suaka Ngemper Di Trotoar Jakarta Karena Negaranya Belum Aman

SELASA, 09 JULI 2019 | 18:02 WIB | LAPORAN:

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mencatat jumlah pengungsi pencari suaka di Indonesia mencapai 14 ribu orang. Jumlah tersebut berasal dari berbagai negara, seperti Bangladesh, Myanmar, Srilanka, Afghanistan, dan lainnya.

Dari jumlah total tersebut, sekitar 300 orang berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas di halaman kantor UNHCR yang kini menyebar di sepanjang jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat sejak beberapa hari lalu.

Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas, menjelaskan, para pengungsi tersebut menuntut agar bisa kembali ke negara asalnya.


Namun kepulangan mereka belum bisa dilakukan lantaran kondisi negara masing-masing dirasa belum aman.

"Tentunya jika situasi di negara mereka aman, pengungsi memutuskan kembali ke negaranya. Itu salah satu pilihan yang bisa diambil. Sayangnya banyak dari mereka belum merasa aman kembali ke negaranya," ungkap Vargas dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Pejambon, Jakarta, Selasa (9/7).

Sebagai solusi sementara di tengah keterbatasan UNHCR, pihaknya saat ini telah bekerja sama dengan pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Duafa dan lainnya untuk membantu para pengungsi agar bisa menghidupi dirinya sendiri.

"Contohnya Dompet Duafa, Palang Merah Indonesia dan lainnya, yang mana kita bantu pengungsi. Tapi tentu mitra kita yang utama adalah Pemerintah Indonesia," sambungnya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, Ahsanul Habib menjelaskan alasan para pencari suaka nekat menempati trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Diakuinya, hal itu sebagai langkah frustasi para pencari suaka yang tak kunjung kembali ke negaranya masing-masing.

"Ini jadi (para pengungsi) frustrasi," jelas Ahsanul Habib.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya