Berita

Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi/Net

Politik

Muhammad Rusdi: Sentil Menteri, Jurus Cuci Tangan Jokowi

SELASA, 09 JULI 2019 | 14:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Problem pemerintahan saat ini bukan hanya pada para menteri, tetapi dalam diri Presiden Joko Widodo sendiri.

Demikian diungkapkan Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menanggapi Presiden yang menyentil Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan akibat neraca perdagangan defisit 2,14 miliar dolar AS periode Januari-Mei tahun ini.

Menurut Rusdi, bisa saja mengingatkan bahkan menyentil bawahan adalah jurus Jokowi untuk cuci tangan atas kegagalannya menjalankan pemerintahan.


"Saya khawatir dia mengkritik menterinya untuk cuci tangan," ujar Rusdi kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (9/7).

Ditambahkan Rusdi, apabila ada menteri tidak menjalankan perintah dan sering melakukan kesalahan, maka presidennya lah yang tidak mampu. Dia gagal mengarahnya anak buahnya.

"Kalau banyak menteri bermasalah, justru presiden gagal. Sesungguhnya dia tidak mampu, tidak memahami ekonomi secara mendalam dan menyeluruh," sebutnya.

Kaum buruh sendiri, lanjut Rusdi, tidak terlalu banyak berharap pada rezim Jokowi, termasuk pada Kabinet Kerja II Jokowi bersama Maruf Amin.

"Kami tidak punya harapan lagi, karena problemnya bukan pada menteri tapi ada di Jokowi. Jokowi akan terus mengulangi kesalahan," tutupnya.

Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Senin kemarin menyayangkan neraca perdagangan yang mengalami defisit. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor Januari-Mei 2019 year on year turun 8,6 persen, sedangkan di periode yang sama nilai impor juga turun 9,2 persen.

Kepala Negara mengatakan, kalau dilihat lebih rinci, sektor minyak dan gas bumi yang paling besar sumbangannya atas defisit neraca perdagangan tersebut. Dia pun secara spesifik mewanti-wanti Rini dan Jonan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya