Berita

Ilustrasi/Net

Global

Studi: Lebih Dari 1.000 Aplikasi Di Android Kumpulkan Data Pengguna

SELASA, 09 JULI 2019 | 09:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 1.000 aplikasi di sistem operasi Android telah mengumpulkan data penggunanya, bahkan ketika pengguna menolak izin ke aplikasi tersebut untuk mengakses informasi mereka.

"Jika pengembang aplikasi dapat menghindari sistem, maka meminta izin kepada konsumen relatif tidak ada artinya," kata direktur penelitian keamanan dan privasi yang dapat digunakan di Institut Ilmu Komputer Internasional UC Berkeley, Serge Egelman yang melakukan penelitian.

Temuan ini dipresentasikan di PrivacyCon, yakni sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat baru-baru ini.


Sampel penelitian berisi sekitar 88.000 aplikasi dari Google Play store.

Para peneliti kemudian menyelidiki proses transfer data mereka setelah pengguna menolak mereka untuk mengakses data.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa 1.325 dari aplikasi tersebut menggunakan solusi untuk menghindari penolakan dan kemudian mengumpulkan data dari sumber di seluruh perangkat lunak ponsel.

Salah satu aplikasi yang disebutkan namanya adalah Shutterfly, yang digunakan untuk mengedit foto.

Studi ini menemukan bahwa aplikasi tersebut mengumpulkan koordinat GPS dari lokasi foto diambil dan kemudian mengirimkan informasi ke server sendiri, terlepas dari apakah pengguna mengizinkan atau menolak izin aplikasi untuk mengakses lokasi mereka.

"Seperti banyak layanan foto, Shutterfly menggunakan data ini untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan fitur-fitur seperti kategorisasi dan saran produk yang dipersonalisasi, semua sesuai dengan kebijakan privasi Shutterfly serta perjanjian pengembang Android," kata jurubicara Shutterfly dalam sebuah pernyataan, menanggapi studi itu, seperti dimuat Russia Today.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya