Berita

Moeldoko/Net

Politik

Pernyataan Moeldoko Muncul Karena Rekonsiliasi Buntu

SELASA, 09 JULI 2019 | 00:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menyebut pembahasan rekonsiliasi akan menghambat kinerja pemerintah dinilai muncul lantaran tidak ada titik temu antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo.

Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad menduga pernyataan mantan panglima TNI itu keluar karena proses rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo yang berbelit-belit dan tidak segera menemui titik terang.

"Menurut saya tidak ada titik temu di tengah arus varian perkembangan rekonsiliasi yang belum ada kesepakatan. Nah di situ pernyataan Pak Moeldoko ada di sana," ucap Nyarwi kepada Kantor Berita RMOL, Senin (8/7).


Rekonsiliasi buntu lantaran kedua kubu tidak saling membuka diri. Menurut Nyarwi, pihak Jokowi telah membuka diri untuk diadakannya rekonsiliasi. Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan sikap dari pihak Prabowo.

Atas alasan itu, dia berharap kubu Prabowo segera mengambil keputusan tegas agar agenda mendesak pemerintah bisa segera diselesaikan tanpa terganggu, sebagaimana yang diutarakan Moeldoko.

“Harus segera mencari titik temu agar agenda kebangsaan, agenda pembangunan itu kemudian sama-sama bisa diformulasikan dan kemudian kita bisa mencoba arah dari akselerasinya seperti apa," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya